Pasar Doyo Baru segera ditertibkan

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Sentani, Jubi – Setelah Pasar Pharaa, penertiban pasar selanjutnya akan dilakukan di Pasar Doyo Baru.

Kepala dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Jayapura, Yos Evie Yoku mengatakan setelah pedagang pasar kaget di pojok dan sosial ditertibkan  ke pasar Pharaa, selanjutnya pedagang berjualan di sekitar Polres akan diarahkan ke Pasar Doyo Baru.

“Kami sudah mengimbau dan melakukan sosialisasi juga kepada pedagang di Polres untuk dengan inisiatif sendiri masuk ke pasar Doyo. Jika sampai tidak, kami akan meminta bantuan TNI dan polri untuk bantu armada mengangkut barang mereka dengan baik dan kami antar ke pasar,” ucapnya kepada Jubi di Sentani, Senin (10/9/2018).

Penertiban pasar-pasar kaget yang ada di sekitar Kota Sentani akhirnya dilakukan oleh Pemkab Jayapura. Setelah pasar sentral yang disediakan pemerintah seperti pasar Pharaa dan Pasar Doyo Baru ditinggalkan pedagang. Pedagang memilih berjualan di beberapa pasar kaget seperti pasar kaget pojok sosial dan pasar kaget dekat Polres Jayapura untuk mendekatkan dagangannya pada pembeli.

Kata Yos, penertiban dilakukan agar semua aktivitas jual beli dilakukan dalam pasar sentral yang telah disiapkan oleh pemerintah.

“Satu hal saja yang pedagang minta itu keamanan. Itu sudah saya sampaikan secara lisan ke atasan dan nanti kami optimalkan. kami minta bantuan satu atau dua orang dari Polres dan Pol PP untuk membantu keamanan,” jelasnya.

Loading...
;

Ia berharap aktivitas berjualan di pasar Polres tidak dilakukan kembali. Untuk itu pihaknya akan meminta patroli dari Pol PP dan Polisi.

“Tidak ada lagi pasar- pasar di jalan-jalan semua kembali ke pasar yang sudah pemerintah siapkan,” ujar Yoku.

Seorang warga Kota Sentani, Yortan Yappu mengatakan los –los pasar yang ada di Pasar Doyo Baru dipakai oleh pedagang yang dari jauh-jauh, seperti dari Hamadi dan Kota Jayapura. Namun para pedagang selalu dipalak oleh oknum tertentu, sehingga pedagang memutuskan untuk mengosongkan los dan berdagang di dekat Polres Jayapura.

“Nanti ada yang minum mabuk baru datang tagih. Kadang Rp300 ribu sampai – 400 ribu. Baru buka saja mereka sudah ditagih sehingga mereka tidak mau jual di situ karena diganggu terus,” katanya.

Ia berharap yang menjaga di Pasar Doyo Baru benar-benar yang orang mengerti aturan dan tidak melakukan pungutan secara liar.

“Orang yang dipercayakan sekarang itu harus diganti. Cari orang yang baik dan harus memasukkan keamanan agar pedagang mereka itu dapat berjualan dengan tenang,” katanya.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top