Follow our news chanel

Previous
Next

Pasar Wouma belum difungsikan menunggu pembayaran renovasi ruko

Kondisi Pasar Wouma yang telah direnovasi namun hingga kini belum difungsikan kembali. -Jubi/Islami

Papua No.1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Meski sejak pertengahan November 2019 Pasar Wouma selesai direnovasi setelah kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada 23 September tahun lalu, namun hingga kini pasar tersebut belum difungsikan kembali.

Pemilik lokasi Pasar Wouma, Agu Hubi, mengatakan ada kerinduan para mama-mama pedagang di pasar itu untuk kembali berjualan, tapi masih terkendala dengan belum selesainya pembayaran sejumlah perbaikan pertokoan, sehingga membuat para pedagang di pasar enggan berjualan.

“Kami punya kerinduan agar pasar kembali dibuka. Mama-mama yang biasa berjualan sering bertanya ke pemilik, kenapa belum buka? Saya jelaskan hal itu akibat teman-teman kontraktor yang membangun ruko, belum bisa menyerahkan kunci kepada kami, karena ada yang belum menerima pencairan dana,” katanya, di Wamena, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, dari hasil koordinasi dengan pemerintah daerah maupun Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Pedagangan, mereka ingin agar Pasar Wouma segera difungsikan.

“Selama ini mama-mama memilih untuk berjualan di pinggiran jalan di seputar Wouma, ada juga yang pindah ke Pasar Potikelek. Mereka bilang kalau sudah dipersilakan masuk, maka pedagang yang pindah sementara ke Potikelek akan kembali, karena pendapatan mereka berbeda dibandingkan ketika berjualan di Pasar Wouma,” katanya.

“Makanya kami masih tunggu penyerahan kunci dari kontraktor ke pemilik jika semua pekerjaan telah dibayarkan, kata Gapensi proses pencairan dari pusat masih berjalan secara bertahap,” sambungnya.

Loading...
;

Sementara itu, melalui sambungan telepon, Ketua Gapensi Jayawijaya, Fred Hubi, menjelaskan dari total 403 unit ruko yang dibangun kembali pascarusuh, semuanya telah rampung 100 persen.

Namun, lanjutnya, masih ada 93 unit lagi yang belum selesai pembayarannya kepada pihak kontraktor, terkait dengan pemiliharaan. “Meski telah selesai dibangun, jangan sampai ketika ditempati masih ada yang bermasalah. Mudah-mudahan akhir pekan ini kita upayakan koordinasi untuk proses pembayarannya, karena nilainya masih dalam tahap evaluasi.”

Khusus pertokoan di Pasar Wouma, kata Fred, dari kelompok satu ada sekitar 20 unit yang belum sedangkan untuk kelompok dua ada sekitar 5 ruko, sehingga total ada sekitar 25-an yang hingga kini belum ada pembayaran setelah pekerjaan rampung.

“Yang sudah ada pembayaran itu yang kita serahkan ke pemilik ruko setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Jadi hanya 93 unit ruko yang belum terbayarkan dari total 403 unit,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top