HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pasca banjir bandang, anak-anak mulai terserang gatal-gatal

Sejumlah anak yang sedang memilih pakaian layak pakai di posko bantuan bencana - Jubi/Engel Wally
Sejumlah anak yang sedang memilih pakaian layak pakai di posko bantuan bencana – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pasca banjir bandang Sentani pekan lalu, sejumlah pengungsi di Gereja Baptis Imanuel Toladan di Kampung Toladan Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani –anak-anak maupun orang dewasa– mulai terserang gatal-gatal.

Koordinator pengungsi di Gereja Baptis Imanauel Toladan, Yance Wenda, mengatakan sebagian besar anak-anak yang tinggal di pengungsian mulai terserang gatal-gatal. Selain itu juga batuk pilek, dan demam.

“Ada satu anak dan orang dewasa yang gatal-gatalnya sangat parah. Gatal-gatal ini menyerang bagian kaki dan badan karena pengaruh air dan lumpur,” ujar Yance, di Kampung Toladan, Sabtu (23/3/2019).

Dijelaskan, untuk bantuan makan, minum, dan pakaian sudah sangat cukup bagi para pengungsi di gereja ini. Sementara untuk kesehatan, hari ketiga pasca bencana, ada tim dari RS Dian Harapan yang melakukan pelayanan.

“Hingga saat ini belum ada bantuan obat-obatan bagi para pengungsi di gereja ini, padahal anak-anak dan orang dewasa sebagian sudah menderita penyakit gatal-gatal,” ungkapnya.

Gereja Baptis Imanuel Toladan yang digunakan sebagai tempat pengungsian bagi ratusan warga masyarakat di kampung tersebut setelah banjir banjir bandang yang dialami beberapa waktu lalu.

Loading...
;

Ratusan warga ini memang tinggal di bantaran sungai Toladan yang bermuara ke jembatan pojok Sentani hingga Danau Sentani.

Pada waktu kejadian banjir bandang, semua warga diungsikan ke Gereja Baptis. Hingga saat ini jumlah total jumlah pengungsi di gereja itu mencapai 201 orang.

Dari total jumlah tersebut, total ada 22 Kepala Keluarga, yang terdiri daro 85 orang dewasa dan 39 naka-naka, 3 di antaranya balita.

Sementara itu, La Amin, salah satu warga Kampung Toladan mengaku sangat prihatin dengan kondisi masyarakat yang mengungsi akibat banjir bandang beberapa waktu lalu yang memporak porandakan rumah dan tempat tinggal sebagian besar warga di bantaran sungai atau kali Toladan.

“Kami semua memang tinggal di bantaran sungai ini, sebagian besar warga harus kehilangan rumah dan tempat tinggal mereka. Bahkan ada sebagian yang harus meregang nyawa. Hal ini juga menjadi perhatian kita semua tetapi juga pemerintah daerah melalui posko penanggulangan bencana,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa