Follow our news chanel

Pasca banjir bandang, harga sayur mayur di Sentani naik

Aktivitas penjual sayur mayur di Pasar Pharaa Sentani – Jubi/Yance Wenda
Pasca banjir bandang, harga sayur mayur di Sentani naik 1 i Papua
Aktivitas penjual sayur mayur di Pasar Pharaa Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pasca banjir banjir bandang 16 Maret 2019, selain bumbu dapur, harga sayur mayur seperi labu siam dan kangkung potong, di Pasar Pharaa Sentani, juga mengalami kenaikan.

Eliana Wenda, perempuan asal Lani, mengatakan harga sayur mayur sejak banjir bandang mengalami kenaikan hingga saat ini dirasa mahal.

“Dari banjir itu sampai sekarang masih mahal seperti sayur labu siam ini ada yang jual Rp30-40 ribu dan kangkung Rp20-30 ribu,” ucapnya.

Eliana mengatakan sejak banjir, cukup sulit mendapatkan sayur mayur di seputaran kota Sentani.

“Karena banjir semua tertutup pasir dan lumpur to jadi mau dapat sayur di Sentani ini susah jadi semua dari Abe, kecuali daun labu siam ini yang dari Sentani di sini,” kata Eliana, kepada Jubi di Pasar Pharaa Sentani, akhir pekan ini.

Eliana mengatakan sayur-sayuran yang dijualannya dibeli dari petani atau penjual yang masuk di pagi hari.

Loading...
;

“Saya tangan kedua yang jual, saya beli baru jual lagi, seperti kangkung itu yang dari kebun ikatan besar itu Rp20 ribu dan kita bagi lagi baru jual. Daun labu siam juga sama, beli Rp20 ribu baru bagi tiga atau dua untuk jual per ikatnya Rp20 atau 30ribu,” jelasnya.

Dari kejadian banjir bandang ini membuat mereka penjual sayur dan bumbu dapur di pasar mengalami keuntungan yang tidak seperti hari-hari lain.

“Pendapatan kami itu beda sekali dengan hari-hari lain. Sekarang ini dalam satu hari itu bisa dapat Rp1 juta hingga Rp1,7 juta,” katanya.

Hal lain di sampaikan Ribka Suebu, pedagang sirih. Dia mengatakan kenaikan harga sayur ini gila-gila sekali sampai per ikat saja mahal.

“Mama-mama ini mereka beli baru jual lagi dengan harga yang mahal sekali, kalau jual sewajarnya itu tidak apa,” jelas Ribka.

Ribka mengatakan sayur mayur yang dibawa mama-mama dari kebun itu masih dengan harga relatif murah dan segar-segar.

“Mama dorang yang bawa sayur dari kebun itu segar-segar jadi banyak yang suka sayur dari Sentani. Tapi dengan kondisi seperti ini terpaksa mereka beli sayur yang dari Abepura punya,” ucapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top