Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pasca banjir bandang, warga kembali ke puing-puing rumah mereka

Eduard Monim, warga bantaran Kali Kemiri, duduk di atas batu di samping puing-puing rumahnya - Jubi/Engel Wally
Pasca banjir bandang, warga kembali ke puing-puing rumah mereka 1 i Papua
Eduard Monim, warga bantaran Kali Kemiri, duduk di atas batu di samping puing-puing rumahnya – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Semingggu pasca bencana banjir bandang yang menerjang Kota Sentani, banyak masyarakat yang kembali menemui bekas dan jejak serta puing-puing rumah mereka.

Sabtu (23/3/2019) di bantaran kali Kemiri, Eduard Monim, duduk di atas sebuah batu besar tepat di belakang bekas rumahnya. Batu tersebut sebelumnya tidak ada ditempat itu. Jhoni bersama istri dan empat orang anaknya hanya bisa meratapi puing-puing rumah mereka.

“Ada yang tidak beres dengan kawasan cagar alam ini sehingga alam menunjukkan murkanya kepada kami,” ujar Edu, sapaan akrabnya, sambil menatap ke arah Gunung Siklop, yang tepat berhadapan langsung dengan puing bekas rumahnya.

Pada saat kejadian itu, kata Eduard, dirinya bersama istri dan empat anaknya, dalam kegelapan malam, lari menyelamatkan diri ke arah Gunung Merah (Kantor Bupati Jayapura).

Tidak ada satupun barang yang dibawa, hanya pakaian di badan. Banjir bandang setinggi 5 meter itu telah memporakporandakan rumahnya.

“Kejadian itu sangat cepat, banjir bandang yang sudah masuk ke rumah kami, dan dalam keadaan panik, saya hanya berteriak kepada istri dan anak-anak untuk segera meninggalkan rumah, kami sekeluarga selamat,” ungkapnya.

Loading...
;

Dijelaskan, selama hidupnya di kompleks Kemiri Sentani, baru kali ini merasakan banjir bandang yang teramat dasyat yang menghancurkan isi rumahnya, bahkan rumah kerabat hingga menelan banyak korban jiwa.

“Dari kejadian yang hebat ini kiranya semua pihak dapat memahami bahwa penting sekali menjaga alam dan lingkungan kita dengan baik. Apalagi kawasan cagar alam yang sangat jelas tidak boleh ada aktivitas apapun di atasnya,” kata Monim.

Hal senada juga disampaikan Esau Monim, yang kehilangan rumah, saudara kandung, dan beberapa keponakan, akibat banjir bandang pekan lalu.

Esau menyebutkan keponakannya yang pergi untuk selamanya diterjang banjir bandang, yakni Lamek Monim, Mersi Monim, Aglan Monim, dan saudari kandungnya Norce Monim.

“Selama masih ada kebebasan untuk menghuni kawasan cagar alam Siklop maka bencana yang sama dan mungkin yang lebih dasyat akan terjadi lagi,” pungkas Esau, sambil menanam sebilah bambu kuning di atas bekas rumahnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top