Pasca konferensi kepolisian MSG, RSIPF dan Polri buat MoU

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Honiara, Jubi – Sebuah rancangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Royal Solomon Islands Police Force (RSIPF) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) rencananya akan ditandatangani segera.

Dokumen itu, menurut Peter Shanel, pengawas pada Kementerian Kepolisian Solomon kepada Solomon Star Senin (27/3/2017), maish berbentuk rancangan yang jika sudah ditandatangani maka akan berlaku untuk periode lima tahun.

Menurut dia, Polri akan membawa dokumen itu ke Kementerian Luar Negeri untuk persetujuan sebelum dilakukannya penandatanganan.

Rancangan MOU tersebut didiskusikan selama konferensi Menteri-menteri Kepolisian dan Komisioner Kepolisian Melanesian Spearhead Group (MSG) ke-7 minggu lalu.

Peter Shanel mengaku bahwa MoU itu hadir di saat yang tepat karena memungkinkan RSIPF berbagi informasi dan berpartisipasi dalam pelatihan meningkatkan kemampuan dan daya jangkaunya, terlebih setelah masa bertugas The Regional Assistance Mission to Solomon Islands (RAMSI) akan selesai Juli nanti.

Menurut dia, beberapa poin kerjasama dalam MOU itu antara lain meliputi pencegahan, pendeteksian, dan pemberantasan kriminalitas khususnya terkat perdagangan obat-obatan berbahaya, penyelundupan, perdagangan orang, pencucian uang, penyelundupan senjata, kejahatan dunia maya, kejahatan ekonomi dan internasional, korupsi dan kejahatan lainnya jika dirasa perlu oleh kedua pihak.

Loading...
;

Komisioner Polisi Matthew Varley mengatakan konferensi para menteri kepolisian tersebut baik bagi RSIPF dan Kepulauan Solomon untuk menunjukkan bahwa kerjasama di panggung internasional itu sangat penting.

Di kesempatan itu pihaknya bertemu komisioner Royal Papua New Guinea Constabulary dan komisioner pasukan polisi Fiji serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian.

Pasca konferensi kepolisian MSG, RSIPF dan Polri buat MoU 1 i Papua

“Kami tak saja mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior namun juga mendiskusikan bagaimana mempercepat kerjasama di kawasan terkait kejahatan internasional, obat-obatan terlarang, perdagangan, penyelundupan, dan hal lain seperti terorisme, khususnya sebagai bagian dari MOU itu kami akan diskusikan mekanisme pertukaran intelijen dan keahlian lainnya dengan Polri,” kata dia.

Indonesia menurut dia telah berpengalaman lebih dari 15 tahun menangani terorisme di kawasan Pasifik Selatan.

“Dan memang mereka punya banyak sekali pengalaman dalam identifikasi dan investigasi terorisme, meskipun di kawasan ini kita aman sementara waktu namun kita mesti banyak belajar dari teman-teman kita di Indonesia dan disekitar MSG,” ujar Varley.

Varley mengaku MOU tersebut memberikan mereka keleluasaan untuk dimungkinkannya pertukaran intelijen, khususnya pada bidang penanganan kelompok teroris atau kejahatan khusus lainnya.

“Namun tentu itu bukan berarti memberikan ijin dalam bentuk apapun bagi negara lain mengirimkan polisi mereka ke sini melakukan operasi urusan-urusan kepolisian,” ungkap Varley. “Fungsi MOU sama sekali bukan untuk itu.”

Berakhirnya RAMSI

Varley juga menjelaskan bahwa pihaknya mengambil kesempatan untuk menjelaskan perkembangan terbaru terkait keberangkatan RAMSI dan persiapan Kepolisian Solomon mengambil alih seluruh tanggung jawab keamanan dan operasi-operasi polisi.

“Kami lebih banyak bicara terkait kerjasama dan kontribusi dalam pemeliharaan perdamaian dalam tugas-tugas Perserikatan Bangsa-Bangsa dimana kita masih memiliki prajurit-prajurit yang harus dikirim ke Sudan Selatan akhir tahun ini,” ujarnya.

Kata dia para petugas yang dikirimkan ke wilayah itu saat ini akan berakhir sekitar bulan September dan mereka akan mulai bekerja dengan PBB hingga pengiriman datasemen pasukan RSIPF lainnya ke Sudan untuk melanjutkan kerja-kerja yang baik guna mendukung pasukan perdamaian PBB.

“Saya kira itu satu lagi kekuatan yang dimiliki RSIPF di panggung internasional.”

Pertemuan itu dikatakan sukses dan memberi kesempatan baik bagi RSIPF berpartisipasi di tingkat internasional bersama mitra-mitra yang beragam.

Sogavare belum konfirmasi

Terpisah, Perdana Menteri Kepuluan Solomon, Manasseh Sogavare seperti dilansir RNZI Senin (27/3) belum memberikan konfirmasi apapun terkait rencana penandatanganan MOU kerjasama kepolisian dengan Indonesia.
Sebuah pernyataan resmi kepresidenan yang dikeluarkan Jumat lalu mengatakan bahwa pertemuan kepala kepolisian MSG sepakat terkait pembentukan Kelompok Kerja untuk mengembangkan sebuah Strategi Keamanan Regional.

"Hal ini merupakan pengakuan atas perubahan lanskap keamanan di kawasan MSG dan pemahaman bahwa kejahatan internasional adalah musuh bersama kepolisian manapun serta tanggung jawab insititusi-institusi penegakan hukum lainnya di kawasan ‘tanpa batas’ seperti saat ini,” demikian pernyataan perdana menteri.

Pertemuan itu, lanjutnya, juga menyetujui bahwa dalam rangka memerangi kejahatan secara efektif, kepolisian harus dipisahkan dari politik untuk dapat memastikan aktivitas kepolisian beroperasi dalam sebuah ‘lingkup tak terbatas’.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top