Pasca rusuh, sejumlah Puskesmas di Wamena mulai buka pelayanan

Pelayanan di posko induk kesehatan Kabupaten Jayawijaya yang berada di gudang farmasi depan RSUD Wamena-Jubi/Islami
Pasca rusuh, sejumlah Puskesmas di Wamena mulai buka pelayanan 1 i Papua
Pelayanan di posko induk kesehatan Kabupaten Jayawijaya yang berada di gudang farmasi depan RSUD Wamena-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, Dr. Willy E. Mambieuw mengatakan, setelah tujuh hari pasca kejadian, sejumlah Puskesmas di wilayah itu akhirnya bisa kembali membuka pelayanan. Sebelumnya tak lama pasca kejadian, hanya Puskesmas Wamena Kota saja yang masih membuka pelayanan..

Kini, Puskesmas Hom-hom akhirnya kembali membuka layanan pada Selasa (1/10/2019) meski masih dalam kondisi tanpa aliran listrik.

“Di Puskesmas Hom-hom hingga kini listrik masih belum menyala karena gardu terbakar, tetapi dari PLN dua hari ini sudah berupaya pulihkan itu. Tetapi hari ini teman-teman di Hom-hom sudah mulai buka pelayanan,” katanya, Selasa (1/10/2019).

Hingga kini tercatat ada empat  Puskesmas yang telah membuka pelayanan. Yaitu Wamena, Hom-hom , Witawaya dan  Asolokobal. Ada pun Puskesmas yang belum pelayanan, tenaga medisnya dikerahkan untuk membantu rumah sakit dan pengungsian.

“Dokter yang ada sekarang sekitar 15 orang yang merupakan bantuan dari Puskesmas, karena kita kekurangan dokter,” katanya.

Sedangkan bantuan dokter dari provinsi, kata dia, seluruhnya telah kembali ke Jayapura dan daerah lainnya, sehingga yang tersisa hanya dokter-dokter yang bertugas di Jayawijaya.

Loading...
;

Untuk obat-obatan sendiri, lanjutnya, hingga kini masih tersedia meski ada sejumlah stok obat yang mulai menipis karena begitu banyaknya permintaan dari pengungsian.

“Yang sering minta obat soal penyakit ISPA, batuk, diare. Dari data yang diterima, masyarakat terkena ISPA ada 477 orang, diare 194 orang dan hipertensi 210 orang. Semuanya itu hasil rekap dari sejumlah posko kesehatan di pengungsian, baik di Polres maupun Kodim, “katanya.

Ia menambahkan, hingga kini permintaan obat masih terus ada meski tingkat pelayanan terhadap pengungsi mulai berkurang.

“Sekarang permintaan obat masih tetap ada, tetapi kalau dilihat dari misalnya di rumah sakit kunjungan itu sedikit berkurang dibanding pasca kejadian,” katanya.

Sementara itu, tujuh hari berada di pengungsian pasca kerusuhan yang terjadi di Wamena, para pengungsi mulai diserang penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan diare.

Anggota tim kesehatan Kesehatan Kodam (Kesdam) XVII Cenderawasih, Letkol. CKM. Al Hafiz Utama menyebutkan, sejak hari pertama hingga hari ke tujuh tercatat jumlah pasien yang ditangani di pos kesehatan Kodim 1702/Jayawijaya mencapai seribu orang.

“Mulai hari pertama hingga hari ke-3 itu didominasi pasien luka-luka akibat kerusuhan, namun hari ke-4 hingga hari ke-7 ini mulai didominasi oleh pasien dipengungsian seperti karena ISPA, Diare dan Dispeksia,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top