Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pasien Covid-19 di Tangerang Selatan meninggal dunia

Ilustrasi, pixabay.com
Pasien Covid-19  di Tangerang Selatan meninggal dunia 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Laporan kematian itu tersebut untuk meluruskan seiring adanya informasi yang menyebutkan bahwa informasi yang disampaikan pemerintah Banten tidak benar

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Serang, Jubi – Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Banten, Ati Pramudji menyebutkan pasien nomor 35 seorang perempuan usia 57 tahun akhirnya meninggal dunia. Pasien itu diketahui positif terjangkit virus corona.

Pasien Covid-19  di Tangerang Selatan meninggal dunia 2 i Papua

“Kami menerima laporan itu dari Gubernur Banten hasil rilis dari Pemerintah Pusat yang disampaikan kepada Gugus Tugas Covid-19 Banten,” kata Ati Pramudji yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Rabu, (18/3/2020).

Baca juga : Satu lagi pasien terduga corona dirawat di RSUD Merauke

Satu Pasien dalam Pengawasan Corona dirawat di Biak, warga diminta tenang

Pasien terduga corona di Merauke membaik, 10 anggota keluarga dalam ODP tenaga medis

Loading...
;

Laporan kematian itu tersebut untuk meluruskan seiring adanya informasi yang menyebutkan bahwa informasi yang disampaikan pemerintah Banten tidak benar,  yang dikaitkan kunjungan camat dan lurah kepada keluarga yang dianggap suspect corona.

Menurut dia, terdapat lima orang yang positif virus corona diinformasikan Pemerintah Pusat, termasuk pasien nomor 35 yang rilisnya disampaikan ke Gugus Tugas Covid-19 Dinkes Banten, Senin (16/3/2020).

Berdasarkan SE Menkes HK.02.01/Menkes/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan Covid- 19 kepala daerah menyebarkan informasi sesuai protokol, salah satunya dengan menginformasikan peta sebaran yang bertujuan untuk langkah antisipasi bagi masyarakat.

Pemerintah daerah dituntut masyarakat untuk bisa menginformasikan peta sebaran virus corona agar masyarakat mengetahui, mengantisipasi agar tidak mudah keluar rumah jika tidak terlalu penting.

“Itu sebabnya dikeluarkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan kebijakan belajar di rumah,” ujar Ati Pramudji menjelaskan

Ia mengatakan saat ini pemerintah sedang membahas soal bekerja di rumah agar penyebaran virus Corona tidak berkembang dengan cepat di Banten.

“Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pencegahan agar virus Corona tidak menyebar dengan mengajak masyarakat membudayakan pola hidup bersih dan sehat,” kata Ati Pramudji menambahkan.

Selain itu juga masyarakat diimbau rutin olahraga, mengkonsumsi makanan yang bergizi, banyak istirahat dan tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian.

“Kami berharap Banten cepat terbebas dari penyebaran COVID-19 dan saat ini yang menjalani perawatan lekas sembuh,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top