Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua
Ilustrasi pasien - Pexels.com.

Pasien Covid-19 membeludak, RSUD Nabire mulai kewalahan

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Nabire Andreas Pekei mengklaim pelayanan dan fasilitas mereka cukup memadai untuk menangani pasien Covid-19. Namun, dia mengakui mereka kewalahan  karena jumlah pasien penyakit akibat virus korona tersebut terus melonjak.

“Sebagai rumah sakit rujukan (Covid-19), peralatan dan tenaga medis kami sebenarnya cukup lengkap. Namun, jumlah pasiennya terus melonjak, sedangkan daya tampung ruang isolasi sangat terbatas,” kata Pekei, seusai rapat koordinasi, Kamis (8/10/2020).

Ruang isolasi hanya mampu menampung sebanyak 16 pasien. Kapasitas tersebut jauh dari memadai lantaran terdapat lebih 100 pasien Covid-19 dirawat di RSUD Nabire, saat ini. Selain warga Nabire, pasien berasal dari  Paniai dan Deiyai.

“Karena pasiennya banyak, kami memfungsikan ruang perawatan (umum) sebagai ruang isolasi. Untuk layanan noncovid-19, kami hanya menerima pasien kritis, operasi, dan melahirkan, sedangkan pasien penyakit ringan kami sarankan berobat jalan atau ke puskesmas,” jelas Pekei.

RSUD Nabire akan mengupayakan masa perawatan terhadap pasien Covid-19 tidak lebih dari dua pekan. Itu untuk mengatasi membeludaknya pasien penyakit tersebut.

“Sesuai pedoman baru, pasien tanpa gejala (Covid-19) cukup dirawat selama 10 hari, dan setelah itu bisa dipulangkan. Ini akan kami lakukan agar (pasien Covid-19 yang dirawat) tidak melebihi daya tampung (ruang isolasi). Yang penting pasien telah diisolasi selama 10 hari (di rumah sakit) dan tidak ada reaksi (gangguan kesehatan),” lanjut Pekei.

Pekai juga menegaskan tidak ada niat mereka untuk mengomersialkan atau menjadikan pandemi Covid-19 sebagai lahan bisnis baru di RSUD Nabire. Sebaliknya, dia justru berharap semua pihak bersimpati terhadap paramedis yang merawat pasien Covid-19.

Loading...
;

“Mereka sudah meninggalkan keluarga untuk melayani pasien Covid-19. Jadi, lebih baik membantu menyadarkan masyarakat sehingga menaati protokol kesehatan daripada menyebarkan isu,” tegasnya.

Anggota DPRD Nabire Rohedi M Cahya berharap pemerintah setempat bertindak cepat dalam menanggulangi pandemi Covid-19 agar pasiennya tidak terus membeludak.

“RSUD Nabire sudah overload (kepenuhan). Pemerintah seharusnya menyiapkan lokasi lain (untuk mengarantina dan merawat pasien Covid-19),” kata Rohedi. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Scroll to Top