Follow our news chanel

Previous
Next

Pasien Covid-19 PNG meninggal dunia

Rumah Sakit Umum Port Moresby. - RNZI/ PoM General Hospital

| Papua No.1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Pemerintah PNG, melalui Menteri Kesehatan, Jelta Wong, telah mengumumkan kasus kematian terkait virus Corona pertama di negara itu.

Wong merilis pernyataan Minggu (19/7/2020) malam, bahwa seorang perempuan berusia 48 tahun yang menderita kanker payudara stadium 4 telah meninggal karena gagal organ multipel, dan menambahkan bahwa ‘penyakit dan kematiannya mungkin disebabkan oleh komplikasi dengan virus corona’.

Perempuan itu dinyatakan positif ketika dia diperiksa sebagai bagian dari swabbing rutin pasien dengan gejala gangguan pernapasan di Rumah Sakit Umum Port Moresby (PMGH).

Lima kasus baru lainnya di PNG sebelum pasien ini semuanya merupakan staf di laboratorium kesehatan masyarakat pusat di Port Moresby, pusat dimana pemeriksaan Covid-19 dilakukan. Laboratorium ini berlokasi di Rumah Sakit Umum Port Moresby.

Kasus-kasus ini memicu kecaman mengenai kapasitas fasilitas kesehatan di PNG dalam memeriksa dan merawat pasien di tengah-tengah sebuah wabah.

Sean Casey, Manajer Insiden Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Port Moresby, berkata kepada Pacific Beat bahwa ada satu klaster yang positif Covid-19 di rumah sakit itu, tetapi belum diketahui bagaimana pasien perempuan itu bisa terinfeksi, atau peran apa yang disebabkan Covid-19 untuk menyebabkan kematiannya.

Loading...
;

“Kita tidak tahu sampai sejauh mana dampak Covid-19 mungkin telah menyebabkan komplikasi dengan penyakitnya, tetapi dia memang menderita kanker stadium lanjut, jadi cukup sulit untuk mengatakan dengan pasti,” jelas Casey.

“Selain itu, ini sangat memprihatinkan karena ini adalah satu lagi kasus yang dilaporkan di Rumah Sakit Umum Port Moresby … dan kita sudah melihat kasus-kasus lain yang juga terkait dengan rumah sakit itu (staf laboratorium) dan orang-orang ini telah berada di tengah-tengah masyarakat selama beberapa minggu terakhir.”

Ia mengatakan mereka yakin akan ada transmisi lokal di Port Moresby, dan mereka sekarang berusaha menyelidiki kemungkinan kontak dari klaster yang sudah dikonfirmasikan agar dapat segera dikarantina.

Hingga 21 Juli, sudah 19 kasus Covid-19 yang dikonfirmasikan di PNG.

Sementara itu, Post Courier melaporkan bahwa laboratorium dimana klaster ini bekerja, CPHL, yang berlokasi di PMGH, akan dikarantina selama dua minggu. Pejabat Plt. direktur pelayanan medis PMGH, Dr. Kone Sobi berkata sejak ada staf CPHL yang positif, fasilitas itu sudah berhenti beroperasi.

“CPHL adalah laboratorium yang berada dibawah pengawasan langsung Kementerian Kesehatan dan berada di dalam kompleks PMGH,” tambah Dr. Sobi. (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top