HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pasien cuci darah CAPD di Nabire bingung mencari cairan dialisis

Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Sejumlah empat penderita gagal ginjal di Nabire kesulitan mencari cairan dialisis yang dibutuhkan untuk mencuci darah dengan metode continuous ambulatory peritoneal dialysis atau CAPD. Stok cairan dialisis CAPD di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Nabire menipis sejak Pemerintah Provinsi Papua menetapkan pembatasan angkutan penumpang menuju Papua.

Continuous ambulatory peritoneal dialysis atau CAPD adalah metode pencucian darah pasien gagal ginjal dengan menggunakan selaput peritoneum di perut pasien. Pasien cuci darah dengan metode CAPD telah menjalani tindakan medis pembuatan lubang di perut untuk memasukkan kateter. Setiap hari kateter itu harus diisi cairan dialisis CAPD yang akan menyaring dan membersihkan darah pasien.

RSUD Nabire merawat jalan empat orang pasien gagal ginjal yang mencuci darah dengan metode CAPD. Salah satu pasien itu, Jarkasi Aristajaya menuturkan ia khawatir dengan pasokan cairan dialisis yang dibutuhkan pasien CAPD, karena selama ini cairan dialisis itu dikirimkan ke Nabire dengan pesawat atau kapal laut.

Aris, panggilan akrab Jarkasi Aristajaya, mengaku khawatir, karena stok cairan dialisis yang harus dia pakai setiap hari itu semakin menipis. “Kami khawatir dengan kondisi ini,” ujar Aris melalui layanan pesan Whatsapp di Nabire, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Aris, pasien yang menjalani cuci darah dengan metode CAPD setiap hari harus mengganti cairan dialisis di kateter mereka hingga empat kantong per hari. Selama ini, Aris dan para pasien CAPD mendapatkan jatah cairan dialisis CAPD sebanyak 120 kantong ukuran dua liter. Namun, Aris belum mendapatkan kepastian untuk bisa mendapatkan cairan dialisisnya pada bulan April.

“[Saya mendapatkan] cairan [dialisis] terakhir [kali] tanggal 9 Maret 2020. Untuk jatah April belum [saya terima]. Persediaan saya mulai menipis. Minggu depan [adalah] jadwal ambil cairan [dialisis] untuk bulan April,” ujar Aris yang telah menjalani cuci darah sejak 12 Desember 2017.

Loading...
;

Pasien cuci darah CAPD lainnya, Yuventius Tri Priyomiyoso mengaku ia juga belum mendapatkan kepastian kapan bisa mengambil cairan dialisis CAPD untuk penggunaan April. “Belum ada kepastian kapan ada cairan untuk kami berempat,” kata Yuventus.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Nabire, Steven Mareku membenarkan jika stok cairan dialisis CAPD menipis. “Stok tairan di RS untuk cuci darah [CAPD] menipis. Kami sedang berupaya untuk mendatangkanya,” ujar Mareku saat dihubungi melalui panggilan telepon.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa