HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pasien paru, THT dan gigi dilayani RS dalam kondisi darurat

Tenaga medis RSUD Yowari
Petugas medis melayani pasien di RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, beberapa waktu lalu – Jubi/Yance Wenda.
Tenaga medis RSUD Yowari papua
Petugas medis melayani pasien di RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, beberapa waktu lalu – Jubi/Yance Wenda.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pasien perawatan gigi, paru dan telinga hidung tenggorokan (THT) di Papua masih harus menahan diri untuk pergi berobat.

Seluruh rumah sakit, Puskesmas dan dokter praktik belum akan membuka praktik hingga waktu yang belum ditentukan. Namun beberapa rumahsakit di Jayapura akan membuka, khusus untuk pasien kondisi gawat darurat.

Pasien paru, THT dan gigi dilayani RS dalam kondisi darurat 1 i Papua

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Soemoele, SpOG (K) melalui video conference (zoom) menjelaskan pelayanan gigi, mulut, paru sangat rawan terjadi penyebaran virus di masa pandemi Covid-19 ini, karena Covid-19 menyebar melalui droplet atau percikan batuk maupun berbicara.

“Tiga disiplin ilmu kedokteran ini secara statistik sangat berpotensi. Organisasi profesi dokter sudah mengeluarkan protokol, dan kami sudah membatasi,” katanya di Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (29/5/2020).

Ia menjelaskan hal itu merujuk pada protokol WHO dan masing-masing organisasi profesi dokter seperti Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PP PERHATI-KL),  yang sudah mengeluarkan panduan tentang protokol pelayanan kesehatan, salah satunya, dengan mengklasifikasikan penyakit mana yang harus diatasi oleh dokter selama masa pandemi ini

“Untuk pelayanan gigi, paru dan THT, kita melakukan seleksi kasus dengan ketat. Kondisi gawat darurat tetap dilayani dengan protokol yang ada,” katanya.

Saat ini jika pasien dalam kondisi darurat, Soemoele mengatakan RSUD Jayapura tetap melakukan pelayanan untuk layanan paru, THT maupun gigi.

“Sedangkan RSUD Abepura, masih dalam persiapan sebagai rumah sakit darurat Covid, sehingga tidak ada pelayanan kesehatan lain,” katanya.

Sebelumnya pada 29 April lalu, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran nomor HK.02.01/MENKES/303/2020 pada 29 April 2020 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam Surat Edaran itu dijelaskan bahwa pelayanan kesehatan dilakukan melalui telemedicine, artinya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Dokter dengan menggunakan teknologi informasi. Dokter memberikan pelayanan telemedicine meliputi Anamnesa, pemeriksaan fisik tertentu yang dilakukan melalui audio visual,

”Dokter yang memberi pelayanan telemedicine kepada pasien bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan yang diberikannya, termasuk menjamin keamanan data pasien yang mengakses pelayanan telemedicine,” kata dr. Terawan di Jakarta, Kamis (30/4/2020). (*)

Editor: Jean Bisay

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top