HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pasifik harus bekerja kolektif dengan Tiongkok bukan individu

Pasifik harus bekerja kolektif dengan Tiongkok bukan individu 1 i Papua
Seorang pria menarik sejumlah barel bahan bakar di belakang perahu mesin tempel di Auki, Malaita di Kepulauan Solomon. – Lowy Institute/Wikimedia Commons

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Dame Meg Taylor, Sekretaris Jenderal PIF Kepulauan Pasifik (PIF) sejak Agustus 2014

Fokus dari PIF Kepulauan Pasifik (PIF) dan Kantor Sekretariat-nya adalah untuk memperjuangkan kemakmuran dan kesejahteraan masa depan dari ‘Blue Pacific’. PIF berupaya menemukan kemitraan yang tulus dengan semua aktor yang bersedia bergabung dengan kami, dalam perjalanan panjang menuju visi tersebut. Karena itu, saya menolak narasi dilema kami, dimana Pasifik diberikan pilihan antara ‘alternatif Tiongkok’ dan mitra konvensional kami.

Pasifik harus bekerja kolektif dengan Tiongkok bukan individu 2 i Papua

Sayangnya, pembingkaian seperti ini masih tetap merupakan narasi paling dominan, dalam debat publik tentang kawasan kita hari ini.

Dalam konteks ini, seringkali sulit untuk terlibat dalam dialog yang bermakna mengenai hubungan kerja sama dengan Tiongkok tanpa diberi label ‘pro-Tiongkok’, atau bahkan ‘naif’. Saya ingin menekankan bahwa, tantangan utama PIF ini adalah mempertahankan solidaritasnya sebagai bangsa-bangsa pro-Blue Pacific yang teguh. Alternatif yang kami cari adalah jalur alternatif menuju pembangunan yang dapat menjamin masa depan yang lebih baik bagi semua masyarakat di wilayah kami.

Pada 2017, para pemimpin PIF menekankan kembali komitmen mereka terhadap kewajiban ini, melalui dukungan kepada narasi Blue Pacific, sebagai faktor utama dalam mendorong aksi kolektif untuk memajukan visi para pemimpin, di bawah kerangka kerja Framework for Pacific Regionalism.

Tahun lalu, tema utama dari pertemuan PIF di Nauru mendesak Pasifik yang lebih kuat dan, pentingnya upaya untuk lebih tegas menggunakan keinginan kita sendiri dalam menentukan Pasifik yang kita inginkan bersama. Melalui tema ini, PIF mencari berbagai peluang untuk mengembangkan narasi Blue Pacific dan menghidupkan kembali kepemilikan politik dalam cita-cita pembangunan regional kita.

Loading...
;

‘Teman bagi semua’

Para pemimpin PIF telah menegaskan, dalam beberapa kesempatan, bahwa mereka melihat hubungan kerja sama yang terbuka dan tulus, dan kemitraan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah kami dan di luarnya, sebagai sesuatu yang sangat penting. Sebuah ‘pendekatan teman bagi semua’ diterima secara umum oleh negara-negara Pasifik, beberapa bangsa telah menunjukkan komitmen yang lebih formal atas prinsip ini dengan mempertahankan status mereka yang Non-Blok.

Kehadiran diplomatik dan ekonomi Tiongkok yang kian meningkat di wilayah ini, ditambah dengan kekuatan ekonomi dan politiknya yang juga meningkat secara global, memperkenalkan tantangan dan peluang bagi visi Blue Pacific.

Memang benar, jika ada satu kata yang mungkin disetujui oleh semua negara anggota PIF saat membahas mengenai Tiongkok, kata itu adalah: akses. Akses ke pasar, teknologi, pendanaan, infrastruktur. Akses ke masa depan yang lebih baik. Contohnya pada 2017, Tiongkok mengalahkan Australia sebagai mitra dagang terbesar Selandia Baru dalam impor dan ekspor barang dan jasa.

Dalam beberapa hal, negara-negara kepulauan anggota PIF telah tersamping dari berbagai jenis pendanaan, teknologi, dan infrastruktur, yang dapat memungkinkan kita untuk sepenuhnya terlibat dalam dunia global. Banyak negara yang melihat Tiongkok dan minatnya yang terus meningkat di wilayah ini, sebagai peluang untuk memperbaiki pandangan ini.

Kita tidak boleh hanya memikirkan peluang-peluang ini, secara khusus, dengan Tiongkok, tetapi juga berbagai peluang yang lebih luas, yang muncul dalam konteks kebangkitan Tiongkok. Kehadiran Tiongkok berarti bahwa aktor-aktor lain, baru dan lama, menyusun kembali prioritas mereka dan meningkatkan keterlibatan mereka di Pasifik.

Para pemimpin PIF bisa merasakan momen historis yang berlangsung saat ini, dan peluang yang dibawakannya untuk mewujudkan hasil pembangunan yang lebih baik bagi negara dan rakyatnya.

Dalam konteks ini, mungkin tantangan paling besar yang dihadapi Blue Pacific, adalah kemampuan kita untuk benar-benar mempertimbangkan peluang-peluang ini secara kolektif. Tentu saja, adalah hak prerogatif setiap negara kepulauan PIF untuk memanfaatkan situasi ini demi keuntungan nasional mereka masing-masing. Maksud saya, bagaimanapun, adalah bahwa hal ini juga memberikan peluang baru, yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk menempatkan kawasan ini, demi masa depan kita dan kesejahteraan Blue Pacific.

Pendekatan regional Pasifik untuk ‘alternatif Tiongkok’

Memajukan kawasan Pasifik menuju visinya, Blue Pacific, akan memerlukan dialog politik jangka panjang dan terpusat, baik di antara anggota-anggota PIF, dan dengan mitra-mitra kami. Para pemimpin anggota PIF, tahun lalu, telah meminta peninjauan kembali dalam pertemuan dan proses PIF, sehingga memungkinkan keterlibatan yang lebih fokus dan strategis dengan semua mitra-mitra dialog.

Khususnya, sehubungan dengan Tiongkok, saya merasa ini merupakan waktu yang tepat dan relevan bagi PIF untuk memulai dialog tentang bagaimana ia ingin terlibat secara kolektif dengan Tiongkok. Sebagai bagian dari diskusi itu, sudah sepatutnya PIF mempertimbangkan manfaat dari membentuk dialog khusus PIF-Tiongkok, mungkin dengan metode yang serupa dengan Pertemuan Pemimpin Pulau Pasifik (Pacific Island Leaders Meeting; PALM) atau Dialog Afrika-Tiongkok. Tiongkok sudah memiliki platform khusus untuk keterlibatannya dengan kawasan Pasifik; forum China-Pacific Islands Economic Development and Cooperation.

Meskipun ada berbagai persoalan diplomatik yang harus kita akui, kita tidak boleh mengabaikan peluang yang ada, untuk memajukan prioritas-prioritas bersama dari Blue Pacific. Untuk mencapai hal ini, kita akan memerlukan keterlibatan semua negara anggota PIF.

Infrastruktur tetap merupakan faktor penting dalam memastikan ketahanan di Pasifik. Mengingat peluang untuk kerja sama bersama dengan Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan (Belt and Road Initiative/BRI), diperlukan analisis dan diskusi yang saksama, khususnya karena sembilan negara anggota PIF telah menandatangani nota kesepahaman bilateral untuk bekerja sama dengan Tiongkok dalam BRI.

Memang benar, 2019 akan memberikan kita peluang yang penting karena Chile akan menjadi tuan rumah pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Menggali peluang untuk memperluas Jalur Sutra Maritim Tiongkok melalui Blue Pacific dapat memberikan peluang bagi kita, untuk menciptakan infrastruktur dan akses regional yang dapat memulai pasar perdagangan baru antara Asia, Pasifik, dan Amerika Latin. Ini juga dapat menghadirkan infrastruktur dan teknologi yang sangat diperlukan untuk membangun konektivitas dan ketahanan Blue Pacific. Pertemuan APEC 2019 juga menjadi katalisator dalam mendorong dialog mengenai peluang-peluang seperti itu.

Kesimpulannya, Blue Pacific menyediakan lensa strategis, dimana setiap pembahasan tentang ‘alternatif Tiongkok’ harus didasarkan. Diskusi dan kesepakatan-kesepakatan politik kita harus didorong oleh kesejahteraan benua Blue Pacific kita dan orang-orangnya, bukan oleh tujuan dan ambisi pihak lain. (The Interpreter by Lowy Institute)

Ini adalah tulisan singkat rangkuman pidato yang dibawakan Dame Meg Taylor di suatu simposium regional yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum, Universitas Pasifik Selatan, di Kampus Emalus di Port Vila, 8 Februari 2019.

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.