HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pastor Kossay pertanyakan aturan penangkapan di dalam gereja

Ilustrasi borgol, pixabay.com
Ilustrasi borgol, pixabay.com

Jika polisi menghargai hukum, mestinya datang menunggu orang usai ibadah lalu melakukan tindakan hukum.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pastor Paroki Gereja Katolik Gembala Baik Abepura, kota Jayapura, RD James Kossay, minta penjelasan hukum berkait penangkapan umatnya dalam gereja pada 1 Desember 2019. Kossay menyatakan jika polisi menghargai hukum, mestinya datang menunggu orang usai ibadah lalu melakukan tindakan hukum.

“Apakah secara hukum diperbolehkan masuk seenaknya, dan menangkap orang yang lagi berdoa,” kata  Pastor Kossay, saat dihubungi jurnalis Jubi, Senin (2/11/2019).

Baca juga : LBH Kyadawun khawatir praperadilan terhadap Polsek Biak Timur juga digugurkan

Putusan sela hakim gugurkan praperadilan terhadap Polsek Biak Timur

Keluarga minta persidangan tersangka rusuh tetap di Wamena

Loading...
;

Kossay menyebutkan seharusnya aparat polisi memberikan informasi kepada dirinya sebagai pemimpin gereja jika ada penegakan hukum.

“Saya sama sekali tidak setuju, masuk tanpa izin membuat umat saya resah,” kata Kossay menambahkan.

Menurut Kossay, saat  penangkapan ada sekitar 20 aparat dengan pakaian preman dan seragam memasuki Gereja. Hal itu membuat umat panik jemaat yang sedang beribadat, tak jarang ada yang meninggalkan gereja sebelum pemberkatan penutup. Fakta itu, membuat dirinya tidak tenang, hanya berusaha memahami kehadiran polisi untuk melaksanakan tugasnya di dalam gereja.

“Saya berusaha memahami itu seolah-olah saya tidak tahu karena situasi bisa berubah kalau saya menyampaikan protes,” kata Kossay menjelakan.

Pegacara yang mendampingi empat mahasiswa yang ditangkap, Emanuel Gobay, mengatakan penangkapan cacat hukum karena dilakukan saat terjadi ibadah di dalam gedung gereja.

“Ini operasi tangkap tangan tetapi sedikit problemnya, mereka dipegang (mahasiswa ditangkap) dalam gereja ini menjadi persoalan,”ungkap Gobay.

Menurut Gobay ada aturan hukum yang mengatur proses penangkapan dalam rumah ibadah. Dalam aturan hukum tidak boleh ada penangkapan rumah ibadah.

“Dilarang menangkap orang dalam rumah ibadah dan ruang sidang,” kata  Gobay menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa