HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pasukan gabungan TNI-Polri dan kelompok bersenjata baku tembak di Intan Jaya

Foto ilustrasi - pixabay.com
Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata dilaporkan terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Selasa (17/12/2019). Belum diketahui ada tidaknya korban aksi saling tembak yang terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Mimika itu.

Seorang mahasiswa Intan Jaya di Jayapura, Agustinus Ugipa menyatakan dirinya menerima kabar bahwa baku tembak antara pasukan gabungan TNI/Polri dan kelompok bersenjata terjadi di Intan Jaya pada Selasa. “[Kontak senjata terjadi] pada Selasa sekitar pukul 16.00 WP. Saya menerima kabar dari sana [Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya]. Kontak tembak [terjadi] di Kampung Bulapa, perbatasan wilayah Intan Jaya dan Tembagapura [di Kabupaten Mimika],” kata Agustinus Ugipa di Jayapura, Selasa.

Seorang mahasiswa Intan Jaya lainnya, Hengky Wamuni menyatakan ia belum mengetahui ada tidaknya korban dalam kontak senjata yang terjadi Selasa. “Kami belum mendapat informasi lagi dari sana. [Kami belum mengetahui] apakah ada korban atau tidak, baik dari aparat, kelompok bersenjata, maupun dari masyarakat. Jaringan telepon selular [di Intan Jaya] susah,” Hengky Wamuni di Jayapura, Selasa.

Menurut Ugipa dan Wamuni, kontak senjata pada Selasa terjadi setelah aparat keamanan terus menambah kekuatannya di Intan Jaya sejak akhir pekan lalu. Selama beberapa hari warga Intan Jaya mengeluh karena aparat keamanan terus bertambah dan ditempatkan di sejumlah kampung.  Penambahan pasukan itu dilakukan dengan helikopter, dan terjadi pada 14 – 17 Desember 2019.

Warga Intan Jaya mengeluh, karena penambahan aparat keamanan itu dilakukan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Aparat keamanan tambahan itu mendirikan sejumlah tenda dan pos di beberapa kampung di Intan Jaya, antara lain di Kampung Kulapa, Kampung Bulapa, Kampung Pugisiga, Kampung Mbamogo, Kampung Abundoga dan Kampung Bulagi.

Di Kampung Bulapa, aparat keamanan itu ditempatkan di Gereja Katolik Bulapa. “Untuk apa dan kenapa ada banyak pasukan TNI-Polri masuk ke Intan Jaya,” kata Ugipa mempertanyakan.

Loading...
;

Hengky Wamuni menyatakan penambahan personil TNI/Polri itu telah membuat warga Intan Jaya ketakutan. Para warga bahkan sudah mengungsi dengan masuk ke hutan sebelum terjadinya kontak senjata pada Selasa. “Masyarakat takut dan trauma. Mereka terpaksa menghindar keluar dari kampung halamannya, dan mengungsi ke hutan, gunung dan kali,” kata Wamuni.

Ugipa dan Wamuni meminta Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya segera menangani masalah itu. “Kami minta Pemerintah Provinsi Papua, Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Intan Jaya segera berkoordinasi dengan petinggi TNI-Polri. [Kami meminta TNI/Polri] untuk menarik pasukan dari sana,” kata Ugipa dan Wamuni kompak.

Terkait insiden kontak tembak di Intan Jaya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolsian Daerah Papua, Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal menjawab singkat “belum ada laporan. Akan dicek,” tulisnya membalas pesan WhatsApp reporter Jubi.(*)

Jurnalis Jubi, Arjuna Pademme turut berkontribusi dalam pemberitaan ini.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa