Follow our news chanel

Previous
Next

Pedagang di Kota Jayapura diminta tidak spekulatif terkait jahe merah

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat diwawancara. - Jubi/Ramah
Pedagang di Kota Jayapura diminta tidak spekulatif terkait jahe merah 1 i Papua
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat diwawancara. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mengimbau kepada para pedagang agar jangan spekulatif atau untung-untungan dan mempermainkan barang serta harga, khususnya jahe merah.
“Supaya kosong di pasaran lalu dijual dengan harga tinggi. Itu nggak boleh. Kalau itu ada, maka kami minta ditindak,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (11/3/2020).
Menurut Rustan, distributor jahe merah harus didata untuk memastikan ketersediaan barangnya, apakah benar-benar habis atau sengaja ditahan penjualannya, yang menyebabkan stok jahe merah kosong di pasar tradisional.
“Biarlah masyarakat di Kota Jayapura menikmati harga yang wajar, karena naiknya harga pangan bisa memicu inflasi, dan ini tentunya akan membebani masyarakat,” jelas Rusran.
Pantauan Jubi, Selasa (10/3/2020) di Pasar Hamadi, rata-rata pedagang komoditas pertanian mengaku tidak menjual jahe merah karena stoknya kosong.
“Sekarang ini jahe merah jadi rebutan warga. Gara-gara virus corona ini sehingga banyak yang cari jahe merah,” ujar salah satu penjual komoditas pertanian di Pasar Hamadi, Mustika.
Dikatakan Mustika, sudah hampir sebulan tidak menjual jahe merah karena sudah laku keras sebab banyak yang mengatakan kalau jahe ini bisa mencegah virus corona atau Covid-19.
“Jahe merah didatangkan dari Arso, Koya, Keerom, dan Genyem tapi kata petani stok jahe merah juga kosong. Saya jual satu kilo Rp 60 ribu. Kalau harga normalnya Rp 30 ribu,” jelas Mustika.
Pedagang komoditas pertanian lainnya, Arman, mengaku sudah satu bulan tidak menjual jahe merah.
“Jahe merah habis padahal sangat mahal. Satu kilo saya jual Rp 60 ribu. Kalau lagi murah tidak dicari. Saya coba-coba tanya pembeli, katanya buat minuman meningkatkan kekebalan tubuh untuk mencegah virus corona itu. Tidak tahu betul kah tidak,” ujar Arman. (*)
Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top