Follow our news chanel

Pedagang kios mulai melunasi tunggakan

Pedagang di Pasar Youtefa mendatangi kantor pasar untuk melunasi tunggakan sewa kios – Jubi/Ramah
Pedagang kios mulai melunasi tunggakan 1 i Papua
Pedagang di Pasar Youtefa mendatangi kantor pasar untuk melunasi tunggakan sewa kios – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Para pedagang yang menunggak pembayaran retribusi sewa kios bulanan di Pasar Youtefa mulai melunasi pembayaran tunggakan mereka.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura Robert L.N. Awi menyebutkan ada 455 pedagang yang menunggak pada periode 2019.

“Kami sudah kasih batas waktu sampai 27 September, kami minta untuk segera dilunasi, bisa juga dicicil,” ujar Awi di Kantor Pasar Youtefa, Sabtu, 21 September 2019.

Dikatakan Awi, dengan mengajak pedagang di pasar tradisional tersebut untuk melunasi tunggakannya, juga bertujuan memperbarui data pedagang kios yang sudah terdata di Disperindagkop dan UKM.

“Apakah data yang kami miliki ini sesuai kenyataan di lapangan atau tidak, kami juga minta kepada pedagang agar segera melapor untuk mengetahui aktif dan tidaknya pedagang yang berjualan,” katanya.

Pedagang yang melunasi tunggakan retribusi bulanannya sudah dikeluarkan surat pemberitahuan satu bulan sebelumnya. Namun, yang baru membayar di kantor Pasar Youtefa baru sembilan orang dari 455 orang.

Loading...
;

“Ini sebagai bentuk mendekatkan pelayanan kami kepada para pedagang di Pasar Youtefa, kami langsung turun dan membuka loket pembayaran di kantor pasar, ternyata pedagang sangat antusias karena dekat dengan tempat usaha,” ujarnya.

Awi mengatakan pedagang yang belum membayar tunggakannya ada yang satu tahun, enam bulan, dan dua bulan.

“Pembayaran tunggakan retribusi kios bulanan di Pasar Youtefa sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar dapat memenuhi target PAD kami pada 2019 khusus pasar,” katanya.

Diungkapkan Awi, kendala pedagang sehingga menunggak yang paling banyak karena sering terjadi bencana banjir, kebakaran, dan tertukarnya nama pedagang.

“Ke depan penomoran kios kami perbaharui sehingga nantinya memudahkan pedagang dan petugas kami dalam melakukan penarikan retribusi,” katanya.

Menurut Awi, bila ada tunggakan sewa kios maka itu tunggakan yang resmi karena datanya ada di Disperindagkop dan UKM. Apabila pedagang sudah pernah membayar, langsung tercatat sudah melakukan pembayaran.

“Kami tidak mungkin bohong karena semua data pedagang ada pada kami, begitu pedagang memakai kios maka harus bayar, pembayar sesuai luas bangunan dikalikan dengan komponen dagangan,” ujarnya.

Dengan turun langsung menarik retribusi pembayaran sewa kios kepada para pedagang di Pasar Youtefa, dikatakan Awi, agar target PAD dari retribusi pasar dapat tercapai.

“Target retribusi PAD Rp2 miliar (Pasar Youtefa dan Pasar Hamadi), sampai September 2019 ini kami masih kurang Rp500 juta, ini yang harus kami genjot sampai akhir tahun sehingga bisa tercapai atau bahkan melampaui target,” katanya.

Ia mengatakan jumlah kios di Pasar Youtefa 110 unit dan Pasar Hamadi 350 unit.

“Pedagang di Pasar Hamadi rutin membayar sewa kios,” katanya.

Diakui Awi, pedagang kios yang mulai melunasi tunggakannya menunjukkan adanya niat baik dari pedagang dan diharapkan yang lainnya juga melunasi tunggakannya.

Seorang pedagang pakaian cakar bongkar di Pasar Youtefa, Wa Ida mengaku sudah melunasi pembayaran retribusi sewa kios untuk periode 2018.

“Kata petugas setelah dicek di buku besarnya saya ada tunggakan dua bulan, saya tidak tahu kenapa padahal dalam bukti pembayan sudah lunas, satu bulan saya bayar Rp300 ribu, kalau uang retribusi harian saya bayar Rp4 ribu,” katanya.

Meski demikian, Wa Ida mengaku menyambut baik adanya penarikan tunggakan retribusi tersebut sebagai bentuk penertiban, seiring bertambahnya jumlah pedagang.

“Sangat bagus karena bisa mengetahui pedagang mana saja yang sudah membayar lunas atau belum sehingga tidak merugikan kami yang rutin membayar retribusi bulanan dan harian,” katanya.

Seorang pedagang sembako, Haji Baso mengaku kaget setelah mendapat surat tunggakan pembayaran sewa kios.

“Saya juga tidak tahu, saya tidak membayar karena waktu itu ada pergantian kepala pasar pada 2018, karena tidak tidak terima diganti sehingga rusuh dan kami diminta jangan membayar dulu uang retribusi, sekarang sudah jadi tunggakan saya,” katanya.

Ia berharap jika bisa penarikan retribusi harus jelas karena pedagang juga bingung.

“Orang yang mau menagih beda-beda, sekarang ini baru jelas pembayarannya,” katanya.

Baso berharap kios yang disewakan di Pasar Youtefa dapat digunakan pedagang yang berhak sehingga semua pedagang membayar retribusi bulanan.

“Saya menyambut baik karena pemerintah turun langsung menarik uang sewa kios, kalau begitu kan jelas, siapa saja yang sudah membayar dan belum,” ujarnya.

Sumbar PAD Kota Jayapura dari empat pasar tradisional selain berasal dari sewa tempat usaha, juga retribusi kebersihan dan parkir di lingkungan pasar. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top