TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Pedagang non Papua ikut jual pangan lokal, Mama-mama Papua tersisih

Papua
Ilustrasi pedagang asli Papua - dok. Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah daerah di Papua dinilai belum cukup memberikan perlindungan terhadap usaha para Mama-mama Papua. Mama-mama Papua terus tersisih karena harus bersaing dengan para pedagang non Papua yang juga menjual berbagai komoditas pangan lokal yang awalnya hanya diperdagangkan Mama-mama Papua.

Hal itu dinyatakan Ketua Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap), Frengki Warer saat ditemui di Pasar Mama-mama Papua, Rabu ( 9/6/2021). Warer menyatakan para pejabat di Papua harus berpihak kepada Mama-mama Papua yang berusaha, karena mereka merupakan tumpuan kesejahteraan keluarganya.

“Mama-mama Papua banyak yang tersingkir dari persaingan bisnis. Kenapa pejabat Papua malas tahu dengan itu?” kata Warer.

Baca juga: 26 los pasar disiapkan bagi mama-mama Papua di PLBN Sota

Warer menyatakan Mama-mama Papua tidak membutuhkan banyak bantuan dari para pejabat publik di Papua. Yang dibutuhkan para Mama-mama Papua adalah perlindungan atas usaha mereka agar mampu bertahan dalam persaingan usaha dengan pedagang pendatang.

“Mama Papua paling berperan dalam menyalanya asap di dapur, dan mereka sudah banyak melahirkan pejabat Papua lewat hasil jualan mereka. Kenapa pejabat Papua sulit dan malas berpihak kepada Mama-mama Papua,” kata Warer.

Warer mencontohkan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua telah mendorong rancangan peraturan daerah tentang pangan lokal yang menjadi barang dagangan Mama-mama Papua. Akan tetapi, upaya itu tidak ditanggapi secara serius oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Baca juga: Pedagang mama-mama Papua di Merauke butuh bantuan modal usaha

“Rancangan peraturan daerah [tentang pangan lokal] itu harus diseriusi. [Itu merupakan] hak orang Papua, kenapa Pemerintah Provinsi Papua lama dan santai. Kami harap pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota serius menyikapi rancangan peraturan daerah itu” kata Warer.

Salah satu pedagang di Pasar Mama-mama Papua, Ivoni menuturkan ia semakin sulit berusaha karena barang dagangannya kini diperdagangkan oleh para pedagang non Papua. “Semua orang pendatang dorang jual, baru kami ini mau jualan apa? Kami jualan bukan untuk perkaya diri, kami ini jualan hanya untuk makan-minum,” ucapnya.

Ivoni mendesak pemerintah daerah membatasi jenis barang dagangan yang bisa diperdagangkan pedagang non Papua. “Sekarang [orang] non Papua sudah jualan sagu, pinang, dan hasil bumi di sini. Harus ada peraturan daerah yang mengatur semua itu,” ucap Ivoni. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us