Follow our news chanel

Previous
Next

Pedagang pakaian di Pasar Hamadi keluhkan penertiban pasar

Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura menertibkan lapak penjual pakaian di lantai satu Pasar Hamadi, Jayapura, Papua, Rabu (27/3/2019). - Jubi/Ramah
Pedagang pakaian di Pasar Hamadi keluhkan penertiban pasar 1 i Papua
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura menertibkan lapak penjual pakaian di lantai satu Pasar Hamadi, Jayapura, Papua, Rabu (27/3/2019). – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Sejumlah pedagang pakaian di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua, mengeluhkan penertiban pasar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura. Para pedagang pakaian yang biasa berjualan di los pasar menyatakan mereka dilarang berjualan pakaian di lantai satu pasar, namun tidak diberi lokasi baru untuk berjualan di lantai dua pasar.

Pada Selasa dan Rabu pekan ini, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura menertibkan dan menata ulang Pasar Hamadi. Semua pedagang pakaian dilarang berjualan di lantai satu, dan diminta memindah seluruh dagangannya ke lantai dua pasar. Akan tetapi, sejumlah pedagang mengeluh karena tidak kebagian tempat berjualan di lantai dua.

Salah satu penjual pakaian bekas (pakaian cabo, atau cakar bongkar) yang biasa berjualan di lantai satu pasar, Eca, menyatakan bingung karena lapak jualannya di los pasar dibongkar Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura. Pasalnya, ia tidak kebagian tempat untuk bisa berjualan di lantai dua Pasar Hamadi.

“(Saya) tidak setuju (dengan penertiban itu), karena kami mau jualan dimana? Kami sudah naik di lantai dua, tapi saya tidak diberi tahu harus berjualan di sebelah mana,” kata Eca saat ditemui di Pasar Hamadi, Rabu (27/3/2019).

Eca mengakui penertiban pasar itu telah disosialisasikan sejak pekan lalu. Akan tetapi, Eca berharap Disperindagkop dan UKM mengatur pembagian tempat berjualan bagi para pedagng yang harus berpindah dari lantai satu pasar. “Kalau sudah begini terus, kami makan pakai apa kalau tidak jualan,” kata Eca.

Penjual pakaian lainnya, Adam juga mengeluh lapak jualannya di lantai satu telah dibongkar, namun ia tidak diberi tempat berjualan baru. “Saya berharap ada tempat buat berjualan. Kalau naik di lantai dua, tapi tidak ada tempatnya, masa mau berjualan di depan kios pedagang lain? Mau dapat bunuh kah?,” ujarnya.

Loading...
;

Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert LN Awi menyatakan tidak ada perlawanan dari pedagang pasar atas penertiban yang berlangsung Selasa dan Rabu pekan ini. “Tidak ada perlawanan, bahkan sebagian pedagang sudah bongkar sendiri lapaknya. Jadi, kami tidak mau di lantai satu ini ada bangunan-bangunan tambahan,” kata Awi terkait pembongkaran sejumlah lapak baju bekas di los pasar.

Terkait keluhan sejumlah pedagang pakaian bekas yang biasa berjualan di los Pasar Hamadi, Awi menyatakan kios di lantai dua pasar hanya diberikan kepada pedagang pakaian yang telah memiliki kios di lantai satu pasar. Ia menyatakan tidak ada penggantian lokasi bagi para pedagang pakaian yang biasa berjualan di los lantai satu Pasar Hamadi. “Kalaupun ada kios yang kosong di lantai dua, khusus penjual pakaian di los silahkan mendaftar di kepala pasar,” ungkapnya.

Awi menyarankan pedagang itu berganti jenis dagangan agar tetap bisa berjualan di los pasar itu. Pasca penertiban, los pasar itu hanya boleh ditempati pedagang yang menjual sembagi dan hasil bumi.

“Kalau tidak setuju, jangan berjualan di Pasar Hamadi. Kami menertibkan Pasar Hamadi agar tertata dan layak untuk penjual dan pembeli. Untuk lantai satu hanya ada sembako dan hasil bumi,” jelas Awi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top