Pegawai KPK kembali dituding terima uang dari mantan kepala daerah

papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggali informasi mengungkap salah satu pegawainya yang diduga menerima uang dari terdakwa mantan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Mursini. Informasi yang diterima KPK dalam dakwaan perkara Mursini disebut ada pemberian sejumlah uang dari terdakwa kepada oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK tersebut.

“Inspektorat KPK telah bergerak dan menindaklanjuti informasi ini secara serius dengan berkoordinasi bersama pihak Kejaksaan Tinggi Riau untuk menggali lebih detil informasi awal ini guna mengungkap siapa sebenarnya oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK tersebut,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu, (15/9/2021).

Baca juga : Suap penyidik KPK, Wali Kota Tanjungbalai diboyong ke Jakarta 

Pejabat Kota Batam tersangka gratifikasi, ini modusnya 

Sidang etik Penyidik Bansos disebut sebagai upaya menghambat perkara

Ali mengatakan KPK juga telah meminta kepada Pengadilan Negeri Pekanbaru bisa mengikuti sidang pemeriksaan terdakwa Mursini yang akan digelar pada beberapa pekan ke depan secara daring.

Loading...
;

“Sejauh ini, KPK baru memperoleh informasi mengenai ciri fisik oknum dimaksud yang masih bersifat umum dan abstrak bahkan dari keterangan para saksi pun belum diketahui nama dari orang yang mengaku sebagai pegawai KPK tersebut,” kata Ali menambahkan.

Menurut Ali, inspektorat KPK juga terus memeriksa di unit-unit internal, termasuk pengecekan perjalanan dinas pegawai ke wilayah Riau, Pangkalpinang, dan sekitarnya pada rentang waktu 2016-2017 sebagaimana peristiwa itu terjadi.

Meski peristiwa dugaan suap itu telah lampau pada 2017, namun KPK menjamin serius memastikan pelaksanaan tugas pemberantasan korupsi dilakukan secara profesional dan tidak menyalahi kaidah-kaidah hukum.

“Sehingga kami berharap pihak terdakwa bisa membantu KPK untuk mengungkap secara terang mengenai kronologi, “positioning” oknum dalam perkara ini, dan tentu ciri-ciri fisik yang lebih spesifik,” katanya.

Selain itu KPK juga meminta kepada semua pihak untuk selalu waspada dan hati-hati terhadap oknum yang mengaku-ngaku sebagai pihak KPK dan menjanjikan dapat mengurus suatu perkara. Hal tersebut sudah kerap terjadi dan banyak memakan korban. KPK dan penegak hukum lainnya pun telah beberapa kali menangkap para pelakunya.

“Kami mengimbau masyarakat bila menemui atau mengetahui adanya kejadian serupa untuk segera lapor ke KPK melalui “call center” 198 atau melaporkannya kepada aparat penegak hukum setempat agar modus penipuan maupun pemerasan seperti ini tak kembali terulang,” ujar Ali menjelaskan.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Riau telah menetapkan Mursini sebagai tersangka kasus dugaan korupsi enam kegiatan di sekretariat daerah (setda) setempat pada 2017 yang telah merugikan negara Rp10,4 miliar.

Saat ini Mursini sudah berstatus terdakwa dan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Dalam dakwaan disebut bahwa Mursini memberikan uang Rp650 juta kepada oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top