Pekan ini, Panpil Tingkat Provinsi verifikasi bakal calon anggota MRP wakil agama

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Pekan ini, mulai Selasa hingga Kamis (27/4/2017), Panitia Pemilihan (Panpel) Tingkat Provinsi akan disibukkan dengan agenda verifikasi sejumlah lembaga keagamaan di Provinsi Papua yang nantinya akan mendaftarkan bakal calon masing-masing lembaga untuk merebut kursi anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) periode 2016-2021 (jilid tiga).

“Mulai tanggal 25-27 April ini kita lakukan verifikasi lembaga keagamaan,” kata Ketua Panpil Tingkat Provinsi Papua, Prof. Dr. Drs. Agustinus Fatem, MT, saat ditemui Jubi di kantornya, Jayapura, akhir pekan lalu.

Pendaftaran telah dimulai sejak minggu ketiga bulan ini. Khusus bakal calon dari wakil keagamaan, dilakukan di tingkat provinsi. Sementara bakal calon dari unsur adat dan perempuan dilakukan di tingkat kota/kabupaten masing-masing daerah pemilihan.

Minimal 50 tahun pelayanan di Papua
Setelah pendaftaran, tugas pertama Panpil Provinsi adalah verifikasi lembaga agama yang didaftarkan: Katolik, Kristen Protestan, dan Islam (Majelis Ulama Indonesia/MUI). Bagi lembaga yang memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam Peraturan Khusus pasal 4 ayat 1 tentang syarat-syarat administratif bakal calon anggota MRP, selanjutnya dikumpulkan untuk melakukan musyawarah untuk menentukan nomor urut.

“Ada syaratnya, yang boleh mengajukan bakal calon dia (lembaga) sudah harus berdiri dan melayani paling sedikit 50 tahun di tanah Papua,” kata Agustinus Fatem.

“Kemudian umatnya harus tersebar di daerah paling sedikit 50 persen wilayah Provinsi, Kabupaten Kota. Jadi kalau kita da 29 Kabupaten kota, berarti minimal dia tersebar di 15 Kabupaten kota. Jadi, kalau gereja-gereja yang baru berdiri kemudian jemaatnya hanya 1, 2, ya dengan sendirinya gugur,” lagi kata Agustinus.

Loading...
;

Ia menjelaskan, para wakil dari lembaga agama yang dinyatakan lolos verifikasi otomatis menjadi calon tetap. Mereka, dengan difasilitasi Panpil, akan membahas pengaturan kuota untuk mengisi 17 kursi yang disiapkan untuk wakil agama tersebut.

“Yang sudah lolos ferifikasi itu yang nanti kita undang untuk bahas kuota. Dari lembaga agama protestan ada beberapa lembaga, lalu katolik satu gereja tapi wilayah administrasi keuskupannya ada empat. Islam itu satu saja dari MUI. Mereka-mereka itu kita undang, datang dan kita bicara, musyawarah,” jelasnya.

Adat dan Perempuan dari kabupaten kota
Sementara itu, pendaftaran bakal calon anggota MRP dari wakil adat dan perempuan dilakukan oleh panitia pemilihan tingkat kota dan kabupaten pada masing-masing daerah pemilihan.

Agustinus menjelaskan prosesnya sama dengan provinsi (agama). Pendaftaran lembaganya, bukan pendaftaran orang. “Jadi, pendaftaran itu dimulai dengan pendaftaran lembaga dulu. Jadi lembaga-lembaga adat, lembaga perempuan, diundang diberi pengumuman untuk mereka daftar. Setelah dia daftar, lembaganya diferivikasi,” jelasnya.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. “Misalnya, kalau lembaga adat dia punya struktur, punya norma, tapi tidak perlu spesifik terdaftar di kesbangpol. Sedangkan yang lembaga perempuan juga begitu, struktur perempuan sudah melakukan kegiatan paling sedikit tiga tahun terakhir tapi dia harus terdaftar di kesbangpol.”

Setelah verifikasi, panitia di tingkat kabupaten kota mengeluarkan keputusan ketetapan mengenai lembaga mana saja, baik adat maupun perempuan, yang berhak mengajukan calon tetap anggota MRP. “Jadi, lembaganya harus sah dulu.”

Dapil 10 Yahukimo
Ditemui terpisah, ketua Tim Seleksi dari Yahukimo Melly Van Brian Soo mengatakan pihaknya telah membuka pendaftaran calon anggota MRP sejak 18 April lalu. Jumlah kandidat tidak dibatasi.

"Kita tidak batasi jumlahnya, yang penting pendidikan kandidat minimal tamat SMA atau yang sederajat dan S1 dan membawa berkas sesuai persyaratan dari panitia," katanya kepada Jubi.

Persyaratan calon anggota MRP dari Yahukimo, dijelaskan Melly sebagai berikut. "Foto copy KTP, foto copy ijazah terakhir yang dilegalisir, pas foto berwarna ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar, dan rentang usia batas 30-60 tahun," katanya.

Mereka juga harus melalui beberapa tahapan sebelum penetapan. "Kalau tahapan-tahapan itu sudah diseleksi baru kami tetapkan beberapa nama, bisa lima sampai tujuh orang, untuk dibawa ke panitia Dapil 10 yaitu di Oksibil. Selanjutnya akan diputuskan di sana termasuk dari Pegunungan Bintang, untuk diteruskan ke tingkat provinsi," Melly menjelaskan.

Dapil 10 terdiri dari dua kabupaten yakni Yahukimo dan Pegunungan Bintang. Menurut Melly, Dapil 10 hanya memiliki dua kursi perwakilan untuk menempati kursi anggota MRP tingkat provinsi.

Melly berharap siapapun yang nanti terpilih mewakili masyarakat dari Dapil 10, khususnya Yahukimo, dapat bekerja sebaik-baiknya dengan mendengar suara rakyat kecil yang dipercayakan kepadanya.

"Baik yang dari adat, agama, atau perempuan, saya dan pasti semua masyarakat asli Papua, khususnya kami di sini, sangat harap kerja untuk perjuangkan hak-hak masyarakat asli Papua, seperti semangat awal lembaga ini dibentuk, yaitu melindungi masyarakat asli Papua," harapnya.

Tidak terlibat Parpol
Ketua Panwaspil Provinsi Papua Marselus Gobay menegaskan kepada seluruh tim pengawas dan panitia seleksi agar melaksanakan seleksi calon anggota MRP berdasar ketentuan secara serius dan jujur.  Salah satu persyaratan seorang anggota lembaga kultur Papua ini adalah tidak terlibat dalam partai politik apapun.

“Jangan sampai kecolongan orang-orang yang tersangkut anggota partai politik, kalau bisa terjaring semua dalam proses verifikasi dan seleksi. Karena kalau ini ada yang lolos, saya yakin masalahnya bisa dibawa hingga tingkat provinsi. Jadi, dari awal harus bisa filter calon yang akan maju sehingga bisa menghasilkan anggota MRP yang berkualitas dan berani perjuangkan hak orang asli Papua,” ucap Marselus. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top