Pelajar di Papua dituntut melek teknologi informasi

Pelajar di Papua saat mengoperasikan komputer. - Jubi/Dok
Pelajar di Papua dituntut melek teknologi informasi 1 i Papua
Pelajar di Papua saat mengoperasikan komputer. – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pelajar di Papua mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK dituntut paham atau melek teknologi informasi. Kepala Dinas Pendidikan Papua Elias Wonda, mengatakan perkembangan teknologi saat ini tidak hanya merambah dunia bisnis, namun sudah mulai masuk ke dunia pendidikan.

Elias Wonda mengingat perkembangan teknologi saat ini sudah sangat pesat dan dibutuhkan. Untuk itu, pelajar di Bumi Cenderawasih tidak boleh gagap teknologi atau tidak mengetahui cara mengoperasikan teknologi. “Gunakan teknologi dengan bijak, jangan salah gunakan untuk hal-hal yang tidak baik,” kata Elias Wonda, di Jayapura belum lama ini.

Ia tekankan melek teknologi bukan sekadar mampu memainkan game atau permainan daring (online). Wonda menyatakan siswa baru pantas disebut melek teknologi jika mampu menggunakan teknologi untuk mencari informasi dari internet, dan meningkatkan pretasinya di sekolah.  Terlebih, saat ini telah banyak aplikasi belajar daring, termasuk portal Rumah Belajar yang dikembangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“[Pelajar] kangan cuma tahu cari permainan online saja. Carilah informasi tentang dunia pendidikan yang sudah banyak muncul [di internet]. Baik melalui facebook, youtube, maupun aplikasi lainnya,” ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Laorens Wantik mengatakan di zaman era digital membuka peluang orang untuk mendapatkan penghasilan dari layanan daring. Oleh karena itu, teknologi sudah mulai siswa harus mempelajari teknologi informasi sejak usia sekolah.

Dengan demikian, pada usia produktif mereka telah memahami pengetahuan teknologi. Jika kemampuan teknologi itu inovatif, mereka bisa memberikan layanan jasa teknologi informasi secara daring, dan mendapatkan penghasilan. “Ini merupakan upaya pemerintah di bidang pendidikan untuk menggerakan teknologi,” kata Wantik.

Loading...
;

Wantik menyebut portal Rumah Belajar di internet merupakan suatu langkah baik yang bisa mendukung layanan pendidikan di Papua. “Kami harap dengan adanya Rumah Belajar, semua satuan pendidikan bisa menggunakan teknologi dengan perbantuan alat yang sudah diberikan oleh pemerintah secara benar,” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top