Follow our news chanel

Pelajar SMA N 3 Merauke tampilkan budaya Ndambu di Korea

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Dewi Manuela Budhi Rahayu, Rosaria Vaensia Irene Radja, Dewi Rachmawati, dan Putri Nur Hizaiyah telah mengharumkan nama Kabupaten Merauke di Negara Korea.  Keempat siswi tersebut, mengikuti pertukaran budaya, setelah lolos seleksi.

Kehadiran mereka di sana, tidak lain menampilkan budaya Ndambu yang merupakan salah satu tradisi masyarakat Kimaam yang terus dikembangkan dari tahun ke tahun.

Dengan semangat yang dimiliki, keempat siswi dari Sekolah Menengah Negeri (SMAN) 3 Merauke itu, mampu menampilkan budaya Ndambu dan mendapat respons sangat positif dari warga Korea.

Ketua tim keempat siswi, Dewi Manuela Budhi Rahayu, kepada Jubi, Sabtu, 20 Oktober 2018, menuturkan awalnya mereka mengetahui informasi  melalui media sosial telegram. Dimana ada organisasi ISCEF menawarkan kegiatan pertukaran budaya untuk kalangan pelajar dan mahasiswa untuk memperkenalkan budaya Indonesia di luar negeri.

“Kami tertarik dan saat itu langsung mendaftar melalui website. Beberapa hari kemudian, direspons panitia dari Jakarta bahwa dinyatakan lolos,” ujarnya.

Oleh karena dinyatakan lolos, demikian Dewi,  panitia meminta biaya pendaftaran sekaligus mengurus passport. Lalu sejumlah berkas dikirim ke Jakarta seperti kartu keluarga, KTP, dan lain-lain untuk pengurusan visa.

Loading...
;

Dijelaskan, setelah semua berkas dikirim ke Jakarta, beberapa minggu kemudian, panitia menyampaikan jadwal keberangkatan ke Korea. Karena tanggal 13 Juli 2018, sudah harus tampil di pentas budaya.

“Kami membangun komunikasi dengan Bapak Bupati Merauke, Frederikus Gebze, dan akhirnya mendapat dukungan dana. Sehingga langsung bergerak dari sini menuju ke Korea, tanpa didampingi,” katanya.

Dikatakan, kurang lebih empat hari mereka berada di Negara Korea.

“Memang tarian yang kami tampilkan adalah Ndambu. Sedangkan pakaian yang dikenakan berupa  baju jahitan. Sementara di bagian bawah dengan cawat asli serta di kepala di pasang kasuari,” ungkap dia.

Dia mengaku sesuai petunjuk panitia, hanya satu budaya ditampilkan saat pentas. Namun ketika bereksplorasi, menampilkan beberapa gerakan budaya Ndambu.

Orang Korea, lanjut dia, memberi apresiasi sangat tinggi terhadap tarian Ndambu yang ditampilkan. Mereka juga senang dengan properti yang dikenakan saat tampil.

Ditanya hasil akhir dari penampilan yang dipertontonkan di hadapan masyarakat Korea, ia mengaku tidak diperlombakan. Tetapi hanya ingin mempertontonkan kreasi orang Indonesia. Namun, ada piagam penghargaan diberikan.

Untuk pesertanya, demikian Dewi, dari Indonesia diwakili empat provinsi, dimana Papua mereka dari SMAN 3 Merauke, berikutnya Bali satu orang, Jateng satu orang dan Palembang. Jadi, jumlahnya tujuh orang yang memamerkan budaya Indonesia dalam festival budaya dimaksud. 

“Kami sangat bangga karena bisa membawa budaya Indonesia terutama dari Kabupaten Merauke untuk tampil di Korea, lantaran jarang sekali diketahui di sana,” katanya.

Ditambahkan, pihak sekolah juga memberikan dukungan penuh untuk mempersiapkan diri hingga mengikuti pentas yang telah berlangsung beberapa bulan lalu.

Dewi mengaku bersama tiga teman lain, akan menularkan apa yang telah didapatkan selama empat hari di Korea kepada sesame teman atau yang lain di sini.

“Intinya kita harus berpartisipasi dalam kegiatan budaya sekaligus memperkenalkan ke luar daerah termasuk dunia internasional di waktu mendatang,” ujarnya.

“Kita mempunyai potensi budaya sangat banyak. Hanya saja, perlu peran serta dan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah. Sehingga dapat ditampilkan ke nasional maupun tingkat dunia,” katanya.

Seorang rekan lain, Dewi Rachmawati, mengaku bangga karena bisa membawa nama Papua, khususnya Merauke ke kancah internasional.

“Memang kebanyakan orang Korea tidak tahu Papua. Mereka hanya mengetahui jika Indonesia ada di Bali,” tuturnya.

Begitu adanya tarian Ndambu dipertontonkan, akhirnya mereka mengetahui kalau di Indonesia ada Kabupaten Merauke yang memiliki budaya sangat unik.

“Saya bangga dan senang selama empat hari di Korea. Karena kotanya sangat bersih. Bahkan di pasar, sampah tak berserakan di pinggir jalan atau tempat lain,” kata dia.

Berikutnya adalah  masyarakat Korea sangat disiplin dengan waktu. Lalu mereka juga ramah dengan siapa saja terutama warga negara lain yang datang berkunjung ke negaranya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top