HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pelajar SMP YPPK Waghete gelar protes, lantaran hukuman kunyah rokok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala SMP YPPK ST. Fransiskus Xaverius Waghete, Deiyai, Yohakim Tekege menegaskan aturan dari sekolah yang dipimpin sangat ketat dan berbeda dengan sekolah lain. Apalagi sekolah itu berada di bawah Yayasan Pendidikan dan Persekolahn Katolik (YPPK) Keuskupan Timika, Papua.

Hal itu dikatakan Yohakim Tekege kepada wartawan Jubi melalui telepon selulernya menanggapi aksi puluhan anak didiknya di halaman kantor Dinas P dan P setempat, Rabu, (26/8/2018). Para pelajar ini protes lantaran tak terima aturan yang diterapkan pihak sekolah.

Pelajar SMP YPPK Waghete gelar protes, lantaran hukuman kunyah rokok 1 i Papua

“Jadi ceritanya, papan aula lama milik sekolah itu kadang dicabuti para siswa mereka bakar-bakar termasuk perabot lain. Hari Sabtu kemarin, (22/8/2018), kami lihat semua perabot tidak ada, mereka pasang api sambil merokok lalu kami tangkap semua lalu cek, siapa yang merokok,” ujar Yohakim Tekege, Rabu, (26/8/2018).

Tekege menjelaskan, tidak ada siswa yang mengaku siapa yang merokok namun tiba-tiba ada siswa yang menunjuk beberapa siswa yang biasa ajak lainnya. “Karena aturan di lingkungan sekolah tidak boleh merokok, sebagai konsekuensi kami beli rokok anggur kupu,” ucapnya.

“Lalu kami kasih makan (kunyah itu rokok) ke mereka agar segera bertobat dari kebiasaan buruk itu, dan ini cara didik ciri khas sekolah YPPK. Lalu ada yang pingsan tapi sadar kembali. Hanya satu siswa bernama Serapianus Pekei, siswa Kelas III A yang pingsan lama jadi sempat dibawa ke RSUD Paniai bersama orangtuanya,” katanya menjelaskan.

Menurutnya, setelah dokter memeriksa ternyata ada luka dalam bagian rusuk dan dada sehingga diberikan obat dengan saran dokter bahwa tidak boleh tinggal dekat asap api, jangankan merokok. “Jadi uang berobat bagi siswa itu kami pihak sekolah dan PSW YPPK Deiyai sudah kasih uang sebesar Rp 5 juta,” katanya.

Loading...
;

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas P dan P Deiyai, Piter Adii membenarkan adanya aksi protes puluhan siswa SMP YPPK mendatangi kantornya, lantaran dihukum mengunyah rokok anggur kupu.

“Benar tadi ada siswa datang aksi damai di kantor, mereka tuntut agar Kepala SMP dan Wakasek harus diganti. Tapi terus terang saya katakan bahwa ini bukan kewenangan kami, itu ranahnya PSW YPPK Thillemans Deiyai dan Keuskupan Timika. Jadi saya suruh mereka kembali ke sekolah saja,” kata Adii.

Dikatakan, pihaknya akan bahas bersama antara sekolah bersangkutan dan PSW YPPK setempat setalh mengambil data secara detail. (*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa