Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pelajar USP di seluruh Pasifik gabung protes penangguhan rektor

Mahasiswa University of the South Pacific (USP) di Fiji tidak diperbolehkan protes tanpa izin. - Islands Business

| Papua No.1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Aksi solidaritas mahasiswa University of the South Pacific (USP) terus berlanjut hingga Senin lalu (15/6/2020) di sejumlah kampus di sekitar kawasan Pasifik. Para mahasiswa mendesak adanya perbaikan dalam tata pemerintahan kampus oleh manajemen tertinggi lembaga itu.

Senin telah ditetapkan sebagai ‘Green Monday’ oleh Asosiasi Mahasiswa USP (USPSA) yang memimpin protes solidaritas terhadap penangguhan Rektor USP, Pal Ahluwalia yang kontroversial oleh Dewan USP minggu lalu.

Pelajar USP di seluruh Pasifik gabung protes penangguhan rektor 1 i Papua

Keputusan itu menyebabkan banyak yang khawatir akan keadaan di universitas tersebut, dan telah menuai desakan agar Dewan USP segera rapat dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Meski kegiatan untuk menunjukkan solidaritas telah diselenggarakan pekan lalu oleh pelajar di Samoa, Vanuatu, Kepulauan Cook, Kepulauan Marshalls, dan Niue, mahasiswa di kampus Laucala Bay di Fiji hanya bisa menggunakan pakaian berwarna tertentu untuk menunjukkan dukungan mereka, karena mereka telah dilarang oleh kepolisian Fiji agar tidak melakukan aksi protes tanpa izin.

Jumat lalu, kehadiran anggota kepolisian berpakaian preman di kampus itu juga menuai kritik dari kalangan mahasiswa.

“Staf dan mahasiswa mempertanyakan Wakil Rektor (9 Juni) dan Pejabat Plt. Rektor (12 Juni) yang menyetujui kehadiran Polisi di kampus, padahal kampus kita sudah memiliki tim Keamanan yang kompeten. Tidak ada kegiatan kriminal yang membenarkan persetujuan itu. Jelas sekali, keputusan itu diambil bukan untuk melindungi pelajar dan staf, tetapi untuk mengintimidasi kita. KIta belum dan tidak akan diintimidasi,” tegas USPSA dalam sebuah pernyataan.

Loading...
;

Aneet Kumar, juru bicara USPSA Federal, berkata kehadiran polisi di kampus itu tidak diperlukan karena tidak ada protes yang diselenggarakan di sana sejak Senin pekan lalu, saat mereka diberitahukan tentang perlunya izin protes.

Meski mahasiswa USP yang berbasis di Fiji tidak bisa protes, dukungan dari mahasiswa USP lainnya sangat menyentuh, dan, menurut Kumar, mereka telah menerima dukungan melalui panggilan telepon dan pesan dari Fiji dan di seluruh wilayah Pasifik.

“Mereka semua mendukung kita. Samoa sudah memimpin, dan hari ini (Senin) dari Emalus (di Port Vila), dan kita juga menerima dukungan dari mahasiswa USP di Kepulauan Solomon. Dukungan yang sama telah kita terima Kepulauan Cook, Kepulauan Marshalls, Niue, semuanya,“ ungkapnya.

Pertemuan khusus Dewan USP dijadwalkan berlangsung pada Rabu. (Islands Business)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top