TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Pelaksanaan Otsus Papua harus mengacu rencana induk bersama

Bupati Jayapura, Papua
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat diwawancarai wartawan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. - Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menyatakan pelaksanaan Otonomi Khusus Papua membutuhkan rencana induk yang disusun bersama-sama oleh Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, keberadaan pencana induk itu akan mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan orang asli Papua.

Hal itu dinyatakan Awoitauw di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Selasa (3/8/2021), menyikapi pengesahan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021  tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (UU Perubahan Kedua UU Otsus Papua). Ia menyatakan sejumlah amanat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua (UU Otsus Papua), seperti peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan perlindungan serta pemberdayaan masyarakat adat harus harus dirumuskan secara rinci dalam rencana induk itu.

“Sekarang [UU Perubahan Kedua UU Otsus Papua] sudah disahkan. Langkah lanjutannya adalah menyusun rencana induk implementasi Otsus. Sumber daya manusia juga penting, jadi bukan hanya infrastruktur saja yang kita kerjakan. Semua penting, masyarakat adat ini menjadi strategis karena di Papua tidak ada lahan yang kosong, semua di bawah penguasaan adat, ” kata Awoitauw.

Baca juga: Otsus muka baru dan cerita lama pemekaran wilayah Papua

Menurutnya, substansi UU Perubahan Kedua UU Otsus memang belum begitu sempurna. Semua pihak harus berupaya memaksimalkan semua potensi yang ada di Papua, agar UU itu bisa berjalan efektif.

Awoitauw juga mengajak semua pemangku kepentingan untuk menghentikan polemik yang tidak bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Papua sebagai penerima manfaat Otsus.

“Lebih baik energi kita habiskan untuk membicarakan hal-hal yang berguna bagi masa depan masyarakat dan daerah kita. Implementasi UU Otsus [harus] dapat berjalan dan benar-benar menyentuh lapisan masyarakat kita yang paling bawah,” katanya.

Baca juga: Fraksi Otsus minta Pemprov Papua bentuk KKR dan Perpres untuk selesaikan pelanggaran HAM

Awoitauw meminta pemerintah pusat konsisten menjalankan amanat UU Otsus Papua, terutama dalam pengesahan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang akan dibuat pemerintah provinsi di Tanah Papua. Ia menyatakan banyak kebijakan pemerintah provinsi tidak bisa berjalan dengan baik karena tidak didukung pemerintah pusat.

“Kita sama-sama bekerja. Pemerintah pusat tidak perlu terlalu menaruh curiga kepada kami yang ada di Papua. Kita harus saling percaya diri, bahwa kita sama-sama mencintai negeri ini, sama-sama menginginkan yang terbaik buat Indonesia dan Papua,” ungkapnya.

Awoitauw mencontohkan daerah yang dipimpinnya berfokus kepada kebangkitan masyarakat adat, demi mengimplementasikan UU Otsus Papua. Bagi Awoitauw, pelaksanaan Otsus Papua tidak melulu soal kucuran Dana Otsus, namun menerapkan program dan kerja ke tengah masyarakat adat di Papua.

Baca juga: UU Otsus disahkan, KNPB Mnukwar: Selamat, penderitaan orang Papua diperpanjang

“Kami punya hari lahir masyarakat adat, punya kampung adat, punya anggaran khusus bagi kampung adat. [Kami] didukung dengan baik oleh seluruh masyarakat adat di daerah ini,” ucapnya.

Tokoh masyarakat adat di Sentani, Boaz Enok mengaku sangat mendukung kebijakan Otsus Papua. Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah sama-sama berkomitmen menjalankan amanat UU Otsus Papua.

“Uang dan program akan disusun dalam perencanaan besar pemerintah daerah, tentunya dengan ketentuan dan aturan khusus. Masyarakat sebagai penerima manfaat akan mengikuti dan mendukung penerapan UU Otsus Papua. Kekecewaan di tengah masyarakat selama ini [disebabkan] minimnya keberpihakan penerapan UU Otsus Papua itu sendiri,” kata Enok. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us