Pelaksanaan PS5H, SMK 2 Jayapura Belum Evaluasi

 Dara Destriana Tamba, Gilbert Waromi, Firda Asyereem, Uli Sukmawati, dan Gress Gwijangge usai tampilkan teater berthema Papua Zoom Indonesia, 4/6/2015. Jubi/Arnold Belau
Dara Destriana Tamba, Gilbert Waromi, Firda Asyereem, Uli Sukmawati, dan Gress Gwijangge usai tampilkan teater berthema Papua Zoom Indonesia, 4/6/2015. Jubi/Arnold Belau

Jayapura, Jubi – Rencana Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Jayapura untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program Pendidikan Sekolah Lima Hari (PS5H), nampaknya belum bisa dilaksanakan oleh beberapa sekolah.

Salah satunya SMK2 Jayapura, Wakil Kepala Sekolah SMK 2 Jayapura, John Tarukpono mengakui masih belum melaksanakan evaluasi yang diminta terkait pelaksanaan program PS5H yang telah bergulir sejak awal tahun ajaran baru.

“Kami mulai pada awal Agustus sehingga masih dikatakan baru belum bisa lakukan evaluasi,” ujar John kepada Jubi dalam waktu dekat ini.

Bagi siswa, secara umum terkait fisiknya menurut John pembelajaran tiap harinya harus ditambah dua jam pelajaran dimana mereka harus mendapatkan 9 jam pelajaran hingga jam 15.00 WIT tidak ada masalah.

“Mengenai apakah linear dengan prestasinya dengan penerapan PS5H, kami belum kearah kesana karena masih baru,” ujarnya.

Untuk Guru, tambah John sangat membantu sebab adanya libur sekolah di hari Sabtu, sebab adanya waktu untuk istirahat dan berkumpul dengan keluarga. Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa mengatakan pihaknya sedang melakukan evaluasi pelaksanaannya.

“Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru, Pengawas dan koresponden siswa diminta pendapatnya untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sekolah lima hari,” ujar Wayan kepada Jubi, Minggu (13/9/2015).

Loading...
;

Wayan mengungkapkan ada hal yang mendasar menjadi bahan evaluasi yaitu sosiologi dan antropologi siswa. Yang dimaksud sosiologi dan antropologi ini adalah perkembangan anak ini berbanding lurus (linear.red) hasilnya dengan prestasinya.

“Untuk itu kita uji petik,” lanjutnya. Dari hasil sementara, kata Wayan para guru sangat mendukung dan menyetujui adanya pelaksanaan Sekolah Lima hari yang mulai diterapkan sejak awal tahun ajaran baru tersebut atau kurang lebih tiga bulan yang lalu.

Yang terpenting adalah, lanjut Wayan pelaksanaan Sekolah Lima hari ini tidak mengurangi dengan jadwal satu mata pelajarannya yaitu, SMA selama 40-45 menit, SMP selama 38-40 menit dan SD 30-35 menit.

Iapun juga meminta jika ada masukan dari orang tua murid dan masyarakat diharapkan ikut menjadi sumbang saran atas pelaksanaannya. (Sindung Sukoco)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top