Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua
Sejumlah warga terjaring dalam Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Jayapura - Jubi/Engelbert Wally.

Pelanggar protokol kesehatan didenda 50 ribu di Kabupaten Jayapura

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, JubiPemerintah Kabupaten Jayapura mulai bertindak tegas terhadap pelanggaran protokol kesehatan maupun pembatasan waktu beraktivitas selama pandemi Covid-19. Para pelanggar dikenai sanksi berupa denda uang, hukuman fisik, hingga kerja bakti.

“Setiap pelanggar protokol kesehatan dikenai denda sebesar Rp50 ribu. Jika tidak membayar, harus push up dan membersihkan lingkungan sekitar. Mereka mengenakan rompi oranye bertuliskan pelanggar protokol kesehatan (saat menjalani hukuman),” kata Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jayapura Kristian Muguri, Kamis (1/10/2020).

Penegakkan hukum tersebut merujuk kepada Peraturan Bupati Jayapura Nomor 50 Tahun 2020. Ketentuan itu juga berlaku bagi para pelaku usaha, perkantoran, dan lembaga publik yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Seluruh aktivitas perdagangan dibatasi hingga pukul 17.00 (Waktu Papua). Pelaku usaha (dan lembaga publik) juga wajib mengukur suhu tubuh setiap pengunjung, menyediakan tempat mencuci tangan, dan mengatur jarak (fisik). Selain itu, membatasi jumlah pengunjung hingga separuh dari daya tampung normal dan memasang spanduk berisikan pesan mengenai protokol kesehatan,” jelas Muguri.

Ancaman denda untuk mereka bervariasi, tetapi jauh lebih besar daripada pelaku perseorangan. Adapun nilai dendanya ialah sebesar Rp500 ribu bagi warung dan pedagang kecil, serta Rp750 ribu bagi toko dan kafe. Kemudian, denda sebesar Rp1 juta bagi hotel, pusat perbelanjaan modern, dan lembaga publik.

Penerapan sanksi mulai berlaku efektif sejak awal pekan ini. Sejumlah warga pun terjaring dalam operasi yustisi yang digelar Pemerintah Kabupaten Jayapura sejak tiga hari lalu.

“Ada puluhan warga terjaring karena tidak menaati protokol kesehatan (mengenakan masker) pada Senin lalu. Operasi ini digelar untuk menimbulkan efek jera karena ketentuan dan rencana pemberlakuan sanksi sudah disosialisasikan sejak lama,” kata Muguri, yang juga Koordinator Lapangan Operasi Yustisi Kabupaten Jayapura.

Loading...
;

Ketua Forum Kota (Forkot) Sentani Deniks Felle mengatakan pemerintah setempat seharusnya juga memberi solusi untuk mengatasi dampak pembatasan aktivitas umum selama pandemi. “Pencegahan terhadap Covid-19 sangat penting, tetapi jangan sampai mengorbankan perekonomian masyarakat.” (*)

 

Editor: Aries Munandar

Scroll to Top