HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pelatihan jurnalistik diharapkan membuahkan hasil

Pelatihan jurnalistik diharapkan membuahkan hasil 1 i Papua
Peserta “Journalist Goes to School” saat foto bersama tim Jubi dan guru-guru SMA Kalam Kudus. – Jubi/Timo Marten

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Setelah melaksanakan program pelatihan jurnalistik bagi pelajar di tiga distrik di Kota Jayapura, sejak pertengahan hingga akhir Maret 2019, redaktur senior dan mantan pemimpin redaksi Jubi, Dominggus Arnold Mampioper mengharapkan agar para peserta dapat menerapkan ilmu yang dipelajari.

Hal ini dikatakan Mampioper usai menggelar pelatihan jurnalistik di SMA Kristen Kalam Kudus, Kamis (28/3/2019).

Pelatihan jurnalistik diharapkan membuahkan hasil 2 i Papua

Pelatihan bertajuk “Journalist Goes to School” diikuti delapan siswa dari SMA Kalam Kudus dan SMA Negeri 4 Jayapura, 27-28 Maret 2019, dengan pemateri Dominggus Mampioper, Kristianto Galuwo, dan Timo Marten.

“Walaupun tidak menjadi jurnalis, setidaknya peserta mendapatkan bekal sebagai teknik dasar menulis berita,” ujarnya.

Dia juga mengharapkan agar para siswa ini menjadi jurnalis di sekolahnya. Mereka dapat melaporkan kejadian atau kegiatan penting di sekolahnya menjadi berita.

Pelatihan kali ini digelar di ruangan perpustakaan. Berbeda dengan kegiatan serupa sebelumnya, yang digelar di aula dan ruangan kelas. Peserta diberi kebebasan untuk membaca saat jeda.

Loading...
;

“Di sekolah ini ada perpustakaan, bacalah. Kasihan kalau bukunya tidak baca,” ujarnya.

Mereka juga melakukan diskusi, menulis, mewawancarai narasumber dan membedah karya-karyanya.

Editor dan pemateri dari Koran Jubi, Kristianto Galuwo mengajak dua belas peserta agar giat membaca dan menulis.

Galuwo berpandangan, membaca tak lepas dari aktivitas menulis, tak terkecuali menulis berita dan karya jurnalistik lainnya. Begitu pun sebaliknya, menulis tak luput dari aktivitas membaca.

Oleh sebab itu, menjadikan perpustakaan sebagai lokasi pelatihan jurnalistik dianggap dapat mendukung peserta agar keranjingan membaca.

“Membaca itu penting, untuk memperkaya wawasan. Informasi yang tersebar di internet tidak selengkap di buku,” kata Galuwo.

Pelatihan jurnalistik diharapkan membuahkan hasil 3 i Papua
Siswa-siswi SMA Kalam Kudus dan SMA 4 Jayapura setelah wawancara bersama Kabag Umum BNN Papua, Maqdalena.- Jubi/Timo Marten

Untuk diketahui, kali ini tim Jubi membawa para siswa ke kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua. Mereka melakukan praktik wawancara dan observasi. Seusai wawancara peserta menuliskan berita tentang narkoba, lalu dibedah bersama di ruang perpustakaan.

Salah satu peserta Anastasia Saraswati mengaku tertarik dengan profesi jurnalis.

“Kesan saya kegiatan tersebut sangat asyik, serta mendidik, terutama saya dapat memperluas wawasan saya. Dan dapat lebih mengenal jurnalistik lebih dalam,” kata Anastasia.

Dia malah ingin mengetahui proses produksi berita di redaksi Jubi. Meski peserta tak berkesempatan mengunjungi redaksi, karena terbentur waktu yang mepet dan kegiatan baksos ke lokasi banjir bandang di Sentani, dia berharap akan mengetahui produksi berita dari jurnalis, editor, layouter hingga percetakan Jubi.

Dia berpendapat, membaca sangat penting, karena dari bacaan kita mendapat ilmu dan kosakata makin mantap.

“Tapi kalau soal menulis, menurut saya itu relatif karena tidak semua orang punya talenta untuk menulis, dan bisa saja mereka tidak nyaman dengan menulis,” ujar siswi berkaca mata ini.

Dirinya juga berterima kasih karena sekolahnya menjadi tempat pelatihan. Bagi Anastasia, ini menjadi momen untuk memperkenalkan sekolahnya kepada publik.

“Saya berharap promosi dan kegiatan ini mendapat respons yang positif,” ujar siswa jurusan IPS di SMA Kalam Kudus ini.

Peserta lainnya, Sanresty Julia Wirandini, kelas X IPA 5 SMA 4 Jayapura, berpendapat, dengan membaca wawasan bertambah dan pemikiran menjadi matang.

“Menulis juga penting, menulis untuk menyampaikan perasaan misalnya, atau untuk menceritakan pengalaman buat orang lain jadikan bahan pelajaran. Itu saja sih, Kaka,” kata Esti, sapaan dia.

Esty mengatakan, siswa tidak harus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik meski tak menampik menulis itu penting.

“Tergantung minatnya juga, Kak. Yah, jadilah anak-anak yang ingin tahu banyak hal. Ada pasti sebagian orang yang mau dan tidak, menurut saya sih lebih banyak ke siswa yang mau belajar menulis cerita daripada berita. Karena umumnya berita keliatan kurang menarik daripada sebuah cerita,’ ujarnya.

Guru Bahasa Indonesia SMA Kalam Kudus, Deslin de Fretes mengatakan, jurnalistik merupakan salah satu materi dalam pelajaran di sekolah.

Namun, pada kurikulum yang baru praktik jurnalistik, terutama wawancara, tidak dipelajari di sekolah. Oleh karena itu, de Fretes mengharapkan agar praktik wawancara jurnalistik menjadi bekal bagi anak-anak didiknya dalam mengerjakan tugas di sekolah. (*)

 

Editor: Dominggus Mampioper

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa