Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pelayan firman di Sarmi Barat ikuti pelatihan soal HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi

Para pelayan firman di Klasis GKI Sarmi Barat mengikuti materi pelatihan HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi. – Jubi/Agus Pabika

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sarmi, Jubi – Departemen Diakonia Sinode Gereja Kristen Injili atau GKI di Tanah Papua bersama Gereja Protestan Belanda meluncurkan program Straight Talk Among Youths in School atau STAYS di Papua. Program STAYS itu diluncurkan dalam pelatihan pencegahan HIV/AIDS, penyakit menular seksual, kekerasan gender, dan kesehatan reproduksi yang berlangsung di Kantor Klasis Sarmi Barat, Sarmi, 30-31 Januari 2020.

Peluncuran STAYS dan pelatihan dilakukan oleh Sekertaris Departemen Diakonia Sinode GKI di Tanah Papua, Pendeta Esron Abisai yang didampingi Ketua Klasis Sarmi Barat, Pendeta Yeremias Mofu. Dalam sambutan pembukaannya, Pendeta Esron Abisai mengatakan Klasis Sarmi Barat menjadi klasis percobaan atau pilot project program kesehatan Sinode GKI.

“Jadi tugas [sosialisasi berbagai isu itu] bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama, terutama gereja. Soal-soal itu [sering] menjadi hal tabu dalam khotbah. Padahal itu hal penting untuk daerah ini. Jadi, kegiatan itu penting,” kata Pendeta Esron.

Menurutnya, dalam waktu dekat GKI akan menyelenggarakan berbagai program kesehatan lainnya, termasuk menerima kunjungan dari Dewan Gereja Asia atau CCA. Pendeta Esron meminta semua pelayan firman di Klasis Sarmi Barat itu mendukung berbagai program GKI itu.

Ketua Klasis Sarmi Barat, Pendeta Yeremias Mofu berharap semua pelayan firman di Sarmi Barat mendukung program pelatihan tersebut. Ia juga meminta para pelayan firman meninggalkan kebiasaan yang kurang peka.

“Para pelayan juga harus mempelajari materi kesehatan agar dapat disampaikan dalam khotbah-khotbah di mimbar. Saya juga minta supaya pelayan Klasis Sarmi Barat mempersiapkan diri dalam kunjungan Dewan Gereja Asia dalam waktu dekat ini,” kata Pendeta Mofu.

Loading...
;

Salah satu peserta pelatihan, Pendeta Demas Cawen mengucap syukur atas kasih Tuhan, sehingga Klasis Sarmi Barat dipilih untuk menjadi tempat penyelenggaraan pelatihan itu. Pelatihan itu memberikan banyak pengetahuan tentang informasi HIV dan AIDS.

“Sekarang tinggal bagaimana strategi kami untuk mengimplementasikan apa yang kami dapat. Perlu juga hati untuk sungguh-sungguh menangani kasus-kasus itu,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top