HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Peluang pelaku usaha di PON 2020

Ilustrasi, mama-mama pedagang noken khas Papua - Jubi/Agus Pabika
Peluang pelaku usaha di PON 2020 1 i Papua
Mama-mama pedagang noken khas Papua – Jubi/Agus Pabika

Papua No. 1 News Portal | Jubi

PEKAN Olaraga Nasional (PON) 2020 di Tanah Papua diharapkan menjadi peluang emas bagi pelaku usaha, baik usaha kecil, menengah, maupun besar. Selain menjual produk, pelaku usaha juga mempromosikan produk kepada para pengunjung yang datang dari seluruh Indonesia.

Peluang inilah yang menjadi prioritas pengurus Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) dan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua. Kedua organisasi menyatakan akan mendorong ekonomi kerakyatan yang dimiliki masyarakat asli Papua di Tanah Papua, terutama ekonomi kerajinan dan pariwisata, untuk dilibatkan saat acara PON 2020.

Peluang pelaku usaha di PON 2020 2 i Papua

Ketua Umum BPP KAPP, Musa Haluk, mengatakan kehadiran KAP Papua telah menjadi peluang emas bagi masyarakat, lebih khusus orang asli Papua sebagai pelaku ekonomi.

Karena KAPP, katanya, sudah menjadi lembaga ekonominya orang asli Papua yang telah diterima menjadi mitra resmi Pemerintah Provinsi Papua dan Pemprov Papua Barat.

“Di era kehadiran Otsus, KAPP akan menjadi rumah usaha bagi seluruh asosiasi ekonomi lokal, semuanya dapat bernaung di bawah KAPP, memang itulah yang menjadi salah satu fungsi kehadiran KAPP di 42 kabupaten dan kota,” katanya.

Ia mengatakan KAPP akan mengakomodir semua anak asli Papua yang menjadi pelaku usaha ekonomi di berbagai sektor, baik pada jasa konstruksi maupun di sektor rill,” katanya.

Loading...
;

Musa menambahkan pelantikan dan pembenahan pengurus KAPP di setiap kabupaten dan kota diharapkan memacu pengurus kabupaten dan kota untuk sesegera mungkin mendorong terselenggaranya Konferda dan pelantikan semua BPD KAPP.

“Karena sudah tidak terasa kami akan memasuki pertengahan tahun 2019, yang tidak lama lagi memasuki tahun 2020, yaitu tahun penyelenggaraan PON XX dan KAPP akan berperan serta ikut ambil bagian pada event tersebut,” katanya.

Harapannya, seusai pelantikan pengurus 42 BPD kabupaten dan kota yang sedang berjalan diharapkan pengurus KAP daerah bekerja sama dengan seluruh pelaku usaha ekonomi yang akan bernaung di dalam organisasi KAPP. Kemudian menyiapkan semua unit beserta item usahanya untuk diperdagangkan di pentas PON 2020.

“PON 2020 adalah peluang yang ada di depan mata, diharapkan dapat dimanfaatkan kesempatan dan ajang peluang usahanya, jika kepala burung sudah diurapi dalam pelantikan maka mulai berpikir tentang kebangkitan dan kemandirian ekonomi atas kekayaan hak ulayat leluhur,” katanya.

Ketua BPD KAPP Maibrat, Abet Asmuruf, mengajak dan mendorong BPD KAPP di seluruh Povinsi Papua dan Papua Barat untuk segera melaksanakan konferda dan pelantikan.

Jika tidak, katanya, maka peluang yang ada akan berlalu begitu saja dan akan dimanfaatkan oleh orang lain yang sudah siap menjemput peluang.

“Untuk terwujudnya kebangkitan ekonomi dan kemandirian ekonomi maka dibutuhkan kerja sama dan meningkatkan koordinasi kerja yang baik di antara pengurus KAPP agar orang asli Papua dapat bergandengan tangan mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera, dan Berkeadilan di atas tanah sendiri,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua, Albert G. Wanimbo, mengatakan program strategis KNPI pada acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XV adalah membuka akses penerbangan dari Biak-Honalulu (Hawaii) dan Los Angeles, serta penataan potensi wisata di Pulau Biak, terutama menjelang PON 2020 di Tanah Papua.

“Jalur penerbangan ini sudah lama terputus, itu yang kami akan coba membicarakan bersama pemuda mengusulkan kepada Pemprov Papua dan kementerian terkait untuk mengaktifkan kembali akses penerbangan,” katanya.

Wanimbo yakin dibukanya akses transportasi udara Biak-Honolulu (Hawaii)-Los Angeles-Inggris akan memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) terbesar kepada Kabupaten Biak. Selain itu juga mendukung Biak sebagai kota pariwisata.

Albert Wanimbo mengatakan pihaknya juga akan membuka akses transportasi dari Meepago dan Lapago ke wilayah Saireri.

“Kalau di Biak banyak ikan yang selama ini belum tersalurkan dengan baik hal ini yang akan kami upayakan agar ikan ini bisa dikirim ke pegunungan dan dari pegunungan kita kirim sayur dan buah-buahan ke Saireri, semuanya bisa berjalan demi kemajuan Papua,” katanya.

Menurt Wanimbo, selama ini banyak hotel yang tidur dan souvenir yang tidak dioptimalkan dengan baik dan tidak beredar di Papua. Dengan adanya penerbangan bisa menyalurkan produk tersebut ke tempat lain di Papua dan luar Papua.

“DPD KNPI akan bekerja secara maksimal dan berkomunikasi dengan pihak terkait serta kementerian di Jakarta agar bisa membuka kembali akses ke Bandara Internasional Kaisiepo,” katanya.

Legislator Papua, Karolus Boli, mengatakan pihaknya mendukung rencana KNPI tersebut.

“Peningkatan pariwisata lokal di daerah dan peningkatan ekonomi akan terjadi karena devisa bakal masuk ke Pemprov Papua jika rute penerbangan itu ada,” katanya.

Karolus mengatakan pengembangan potensi pariwisata di Biak menjadi sangat penting. Sebab dengan dibukanya akses dari Honalulu, Los Angeles, Jepang, dan Pasifik maka akan mendatangkan banyak wisatawan mancanegara ke Biak dan Provinsi Papua. (*)

Editor: Syofiardi

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa