Pemakai Narkoba Papua Barat 10.000 Lebih

Manokwari, Jubi/Antara – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat, Benny Pattiasina, mengatakan, jumlah pemakai narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di daerah ini mencapai lebih dari 10.000 orang.

Ditemui di kantornya, Jumat (18/9/2015), Benny mengungkap, pemakai narkoba ini tersebar di 13 kabupaten/kota, masing-masing Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Tambrauw, Maibrat, Sorong Selatan, Raja Ampat, Fak-fak dan Kaimana.

Ia mengatakan, dari 10.000 pemakai itu, 642 orang diantaranya mengalami ketergantungan terhadap barang haram tersebut. “Perlu keterlibatan semua pihak terutama pemerintah provinsi, untuk mengupayakan adanya pusat rehabilitasi bagi 642 orang ini,”kata Benny.

Menurut dia, tingkat kesulitan di Papua Barat sangat tinggi dalam memberantas peredaran Narkoba. Selain keterbatasan sarana dan sumberdaya manusia, kondisi topografi wilayah pun menjadi faktor penghambat upaya ini.

Dia mencontohkan, penanganan kasus narkoba di Teluk Bintuni dan Kaimana, untuk sampai ke dua kabupaten ini, pihaknya harus memanfaatkan transportasi udara.

Hal itu menimbulkan biaya yang lebih besar dibanding penanganan kasus serupa di Sulawesi, Jawa atau pun Sumatera Utara.

Menurutnya perlu sinergitas antara BNN Papua Barat dengan stakeholders, antara lain, Kepolisian Daerah, Pemerintah Provinsi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pers serta masyarakat.

Loading...
;

“Papua Barat tidak bisa disamakan dengan daerah lain yang memiliki tingkat kesulitan rendah. Karena itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan diperlukan,” kata Benny. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top