Pemanggilan Tiga Pimpinan GIDI Wilayah Tolikara, Dihentikan?

Ketua NU Wilayah Papua, DR. H. Toni Wanggai, MA, bersama Ketua Sinode GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo (kanan) dan Pdt. Socrates Sofyan Yoman, saat berbincang di depan ruang Reskrim Polda Papua, Jumat (14/8/2015). Foto: Jubi
Ketua NU Wilayah Papua, DR. H. Toni Wanggai, MA, bersama Ketua Sinode GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo (kanan) dan Pdt. Socrates Sofyan Yoman, saat berbincang di depan ruang Reskrim Polda Papua, Jumat (14/8/2015). Foto: Jubi

Jayapura, Jubi – Pemanggilan tiga pimpinan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Tolikara ke Polda Papua akhirnya dihentikan sementara, pasca pertemuan para pimpinan agama; Nadhatul Ulama (NU) Papua dan pimpinan sinode gereja-gereja di Papua dengan Kabareskrim Polda Papua, Jumat (14/8/2015).

 

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan antara Dir Reskrim UM Kombes Pol Papua, Dwi Riyanto dengan Ketua Nadhatul Ulama (NU) Papua, DR. H. Toni Wanggai, MA, bersama Ketua Sinode Kingmi Papua Pdt. Benny Giay, Ketua Sinode Baptis Papua Pdt. Socratez Sofyan Yoman, Ketua Sinode GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo dan Sinode GKI Papua yang diwakili Pdt. Dora Balubun, di Mabes Polda Papua.

 

Pdt. Benny Giay mengatakan, dengan memperhitungkan keamanan semua pihak, khususnya masyarakat di Tolikara baik muslim dan nasrani, maka dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Polda Papua tidak lagi mengeluarkan pemanggilan kepada tiga pimpinan GIDI untuk dimintai keterangan. Semua didasarkan pada kesepakatan antar kedua pihak yang difasilitasi Forum Keberagaman Umat Beragama (FKUB) Papua pada 29 Juli 2015.

 

“Pemanggilan dihentikan karena, pertama, kesepakatan itu mewakili isi hati, aspirasi dari kedua belah pihak. Kedua, untuk rasa keamanan kedua pihak, ini bukan hanya polisi yang bertanggung jawab, tapi kita semua. Dia harus hargai ini, tidak bikin gerakan tambahan dengan pemeriksaan. Kalau dia bikin, ada apa ini? Apa kepentingannya dengan ini semua, padahal kedua pihak sudah damai,” kata Giay.

Loading...
;

 

Dan, pertimbangan ketiga, adalah itikad baik kedua pihak yang telah menghasilkan tujuh point kesepakatan penyelesaian masalah secara damai tersebut harus dihormati. Pendeta mengatakan, justru akan muncul pertanyaan apabila polisi terus memaksakan untuk memproses hukum dengan terus keluarkan pemanggilan, dan hanya kepada pihak GIDI.

 

Kendati demikian, kelanjutan akhir persoalan kesalahpamaham tersebut akan dibahas bersama Kapolda Papua, Paulus Waterpauw, sekembalinya dari Jakarta.

 

Ketua NU Wilayah Papua, DR. H. Toni Wanggai, MA, mengatakan, kedatangannya bersama pimpinan gereja-gereja ke Polda Papua untuk memberikan dukungan penuh agar kepolisian menghormati keputusan yang diambil kedua belah pihak.

 

“NU Papua mendukung penuh tuntutan beberapa Pimpinan Sinode Gereja untuk penghentian proses hukum insiden Tolikara dan diselesaikan dengan mediasi dan kekeluargaan atau secara adat sesuai kesepakatan damai antara pimpinan umat GIDI dan pimpinan umat Islam Tolikara, 29 Juli lalu,” kata Haji Wanggai kepada Jubi.

 

“Karena, jika pemerintah hanya mendepankan proses hukum saja, dan mengenyampingkan pendekatan sosial adat, dan budaya, maka kami khawatir persoalan Tolikara akan berkepanjangan dan kompleks. Juga akan berdampak pada persoalan stabilitas sosial politik di Papua dan nasioanal,” lagi kata haji.

 

Haji Wanggai juga mengatakan, pimpinan umat GIDI juga dengan jiwa besar telah memaafkan pihak aparat TNI/Polri yang melakukan tindakan represif sehingga adanya korban luka tembak dan nyawa dari pihak umat GIDI. Merekapun sepakat utk menjaga kerukunan bersama umat islam & kristen disana.

 

“Harapan kami, Bapak Presiden Jokowi dapat dengan arif dan bijaksana dapat menghentikan proses penegakkan hukum ini, untuk mencegah dampak sosial politik yang lebih besar, guna kebaikan bersama dalam membangun Papua sebagai Tanah Damai,” ucap haji Wanggai.

 

Dir Reskrim UM Kombes Pol Papua, Dwi Riyanto, tidak memberikan komentar saat dikonfirmasi terkait isi pertemuan yang berlangsung kurang dari satu jam diruangannya.

 

Reskrim Polda Papua terlah melayangkan tiga pemanggilan kepada Pdt. Nayus Wonda, Pdt. Marthen Jingga, dan Yakob Jikwa. Namun, pemanggilan ketiga pada Jumat (14/8), didatangi oleh para pimpinan gereja dan NU wilayah Papua. (Yuliana Lantipo)

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top