Follow our news chanel

Pembahasan Perdasus Kursi Pengangkatan kembalikan Kabupaten Mambra ke Wilayah Adat Mamta 

Anggota Bapemperda Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Tan Wie Long (kanan) saat pembahasan sejumlah draf rancangan peraturan daerah bersama eksekutif belum lama ini. - Jubi/Arjuna Pademme
Pembahasan Perdasus Kursi Pengangkatan kembalikan Kabupaten Mambra ke Wilayah Adat Mamta  1 i Papua
Anggota Bapemperda Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Tan Wie Long (kanan) saat pembahasan sejumlah draf rancangan peraturan daerah bersama eksekutif belum lama ini. – Jubi/Arjuna Pademme

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Para pihak yang membahas rancangan perubahan Peraturan Daerah Khusus atau Perdasus Kursi Pengangkatan menyepakati wilayah Kabupaten Mamberamo Raya akan dikembalikan menjadi bagian dari Wilayah Adat Mamta. Hal itu dinyatakan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tan Wie Long pada Kamis (4/7/2019).

Hingga kini, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) masih membahas rancangan perubahan Perdasus Kursi Pengangkatan. Rancangan baru itu merupakan perubahan kedua Perdasus Kursi Pengangkatan, dan akan menjadi dasar memilih para anggota DPRP periode 2019 – 2024 melalui mekanisme pengangkatan.

Tan Wie Long menyatakan keputusan untuk mengembalikan Kabupaten Mamberamo Raya menjadi bagian dari Wilayah Adat Mamta itu diambil setelah Bapemperda DPRP menerima rekomendasi dari Majelis Rakyat Papua (MRP). Dengan demikian, dalam Perdasus Kursi Pengangkatan yang baru nanti, Wilayah Adat Mamta-Tami akan terdiri Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Mamberamo Raya.

“Kami sudah membahasnya bersama eksekutif, dan MRP telah merekomendasikan Kabupaten Mamberamo Raya dikembalikan ke wilayah Mamta-Tabi,” kata Tan Wie Long kepada Jubi.

Menurut Tan, keputusan itu memperbaiki kekeliruan Perdasus Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Perdasus Provinsi Papua Nomor 6 Tahun 2014 tentang Keanggotaan DPRP yang Ditetapkan Melalui Mekanisme Pengangkatan Periode 2014 – 2019. Dalam Perdasus Nomor 7 Tahun 2016 itu, Kabupaten Mamberamo Raya salah dimasukkan ke dalam bagian dari Wilayah Adat Saireri, bersama Kabupaten Waropen, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, dan Supiori.

Kekeliruan menempatkan Kabupaten Mamberamo Raya dalam Wilayah Adat Saireri itu dipertanyakan para tokoh adat di Kabupaten Mamberamo Raya. Para tokoh adat dari kabupaten lain yang berada dalam Wilayah Adat Mamta-Tabi juga mempertanyakan kekeliruan Perdasus Nomor 7 Tahun 2016 yang kini sedang direvisi itu.

Loading...
;

Mamberamo Raya merupakan kabupaten pemekaran yang dibentuk dengan menggabungkan lima distrik di Kabupaten Sarmi dengan tiga distrik di Kabupaten Waropen. Kabupaten yang beribukota di Burmeso itu resmi menjadi kabupaten sendiri pada 15 Maret 2007, dengan dasar hukum Undang-Undang nomor 19 tahun 2007.

Menurut Tan, sebagian besar wilayah Kabupaten Mamberamo Raya sejak sebelum pemekaran merupanan bagian dari Wilayah Adat Mamta-Tabi. “Ini yang mesti diluruskan agar tidak terus menjadi polemik di kalangan masyarakat adat, terutama yang berada di Mamberamo Raya,” kata Tan.

Meski pembahasan perubahan Perdasus Kursi Pengangkatan telah menyepakati pengembalian Mamberamo Raya ke wilayah adat Mamta-Tabi, Tan Wie Long belum dapat memastikan apakah jumlah kursi pengangkatan dari wilayah adat Mamta-Tabi juga akan bertambah. Tan menyatakan kemungkinan itu terbuka.

“Mestinya, ada tambahan satu kursi. Jika sebelumnya kan Saireri tiga kursi dan Mamta-Tabi dua kursi. Mestinya kini Mamta-Tabi tiga kursi, kursi dari Mamberamo Raya itu masuk ke Mamta-Tabi. Kami akan melihat perkembangan selanjutnya seperti apa, karena revisi perdasus ini masih dalam tahap sosialisasi ke publik, sebelum diusulkan untuk disahkan,” ucapnya.

Salah satu pengurus adat Mamta-Tabi, Agabus Kere mengatakan sejak awal pihaknya meminta perdasus kursi pengangkatan di DPR Papua ditinjau kembali. Karena, kekeliruan memasukkan Kabupaten Mamberamo Raya ke Wilayah Adat Saireri itu dapat merugikan masyarakat adat Mamta-Tabi.

Agabus Kere menyatakan kesalahan memasukkan Kabupaten Mamberamo Raya sebagai bagian dari Wilayah Adat Saereri itu bukan sekadar masalah berapa jumlah wakil adat Mamta-Tabi yang dapat dipilih menjadi anggota DPRP. Kekeliruan itu bisa menimbulkan kerancuan wilayah adat yang telah baku dan berlaku di Tanah Papua sejak lama, jauh sebelum berbagai kabupaten/kota di Tanah Papua dimekarkan menjadi beberapa kabupaten/kota baru.

“Jika wilayah adat Mamta masuk ke Saireri, berapa luas tanah adat Mamta yang dicaplok, dan berapa besar kekayaan alam milik wilayah adat Mamta yang akan hilang,” kata Agabus Kere. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top