Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pembangunan jalan oleh tentara dianggap dalih operasi militer terselubung

Siswa asal Nduga belajar di sekolah darurat di Wamena - Jubi/Dok
Pembangunan jalan oleh tentara dianggap dalih operasi militer terselubung 1 i Papua
Siswa dari Kabupaten Nduga yang mengungsik ke Wamena – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Dewan Adat Papua Dominikus Surabut menilai pengerahan 600 prajurit TNI dari Batalyon 431 Kostrad Makassar dan Batalyon Zeni Tempur 8 Makassar untuk membangun jalan dan jembatan Trans Papua sebagai operasi militer yang terselubung. Surabut mendesak Presiden RI Joko Widodo tidak memakai dalil pembangunan untuk menyamarkan operasi militer, dan mengumumkan secara terbuka bahwa TNI menggelar operasi militer di Kabupaten Nduga, Papua.

Hal itu dinyatakan Surabut di Jayapura, Selasa (12/3/2019). Surabut menyebut kebijakan untuk melanjutkan pembangunan jalan Trans Papua dengan tenaga tentara tidak masuk akal, mengingat ribuan warga di Kabupaten Nduga masih mengungsi karena takut melihat penambahan polisi dan tentara di Nduga.

Pembangunan jalan oleh tentara dianggap dalih operasi militer terselubung 2 i Papua

“Pembangunan itu dalil operasi. Dalam situasi perang, lalu mengirimkan pasukan dari luar Papua dengan alasan membangun jalan dan jembatan, itu kan sangat konyol,” kata Surabut.

Pada Sabtu (9/3/2019), sejumlah 600 prajurit Batalion 431 Kostrad Makassar dan Batalion Zeni Tempur 8 Makassar, telah berlabuh di Pelabuhan Amamapare, Timika, Papua. Para prajurit Batalion 431 Kostrad Makassar dan Batalion Zeni Tempur 8 Makassar itu diperbantukan dalam Satuan Tugas Pembangunan Jalan dan Jembatan Proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga.

Penambahan pasukan di Kabupaten Nduga terjadi setelah peristiwa pembunuhan para pekerja PT Istaka Karya oleh kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya pada 2 Desember 2018. Pasca pembunuhan itu, Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) yang terdiri dari TNI dan Polri melakukan evakuasi dan pengejaran terhadap kelompok Egianus Kogoya, hingga beberapa kali terlibat kontak senjata.

Kesaksian dari para warga di Nduga menyatakan empat warga sipil tewas dalam operasi penegakan hukum itu, termasuk seorang pengurus gereja bernama Yulianus Tabuni. Pada 7 Maret 2019, tiga prajurit TNI tewas saat diserang kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kabupaten Nduga, Papua.

Loading...
;

Penambahan jumlah polisi dan tentara di Kabupaten Nduga sejak awal Desember 2018 telah membuat para penduduk Nduga mengungsi ke hutan, meninggalkan rumah dan kebun yang menjadi sumber pangan mereka. Sedikitnya telah ada tiga orang warga Nduga dilaporkan meninggal di pengungsian. Dokumentasi kunjungan lapangan yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nduga pada 15 Januari hingga 5 Februari 2019 merekam kesaksian para penduduk di Nduga yang lari mengungsi karena takut kepada TNI dan polisi.

Para pembela hak asasi manusia di Papua menyatakan berbagai laporan yang mereka terima menunjukkan TNI dan Polri telah menggelar operasi militer di Kabupaten Nduga, akan aparat keamanan membantah. Kedatangan 600 prajurit Batalion 431 Kostrad Makassar dan Batalion Zeni Tempur 8 Makassar terjadi ketika para pembela hak asasi manusia dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua mempertanyakan status operasi yang dijalankan TNI dan Polri di Nduga.

Surabut menyatakan jauh lebih terhormat bagi Presiden RI untuk secara terbuka mengumumkan operasi militer yang sedang berlangsung di Papua. Ia mengingatkan orang asli Papua dan masyarakat internasional tidak akan mempercayai dalil pembangunan yang dijadikan alasan mengirimkan tentara ke Kabupaten Nduga. “Mengakui bahwa di Nduga telah dilakukan operasi militer lebih terhormat bagi Presiden RI,” kata Surabut.

Secara terpisah juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Sebby Sambom menyatakan pihaknya tidak terlalu memperdulikan alasan yang dipakai untuk menambah jumlah tentara dan polisi di Kabupaten Nduga. “Kami akan melanjutkan perang pembebasan,”tegas Sambom melalui surat elektronik yang diterima jurnalis Jubi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top