Pembangunan terminal tipe B Jayawijaya dua tahun tak ada kejelasan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayawijaya, Pardomuan Harahap mengakui jika rencana pembangunan terminal angkutan umum tipe B di Jayawijaya, hingga kini belum ada kejelasan.

Meski hal ini telah direncanakan sekitar dua tahun lalu atau tahun 2016, bahkan telah masuk dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi, namun sampai saat ini belum ada jawaban apakah disetujui atau tidak oleh pihak DPRD Jayawijaya.

“Terminal tipe B ini kewenangannya ada di provinsi, sehingga kabupaten telah memasukan usulan ke sana untuk tahun 2019 ini, hanya saja belum ada informasi meskipun pihaknya telah mendorongnya,” kata Pardomuan kepada wartawan belum lama ini di Wamena.

Pardomuan menyebut, pihaknya sudah menyediakan tempat di Distrik Wosilimo, karena daerah ini merupakan perbatasan antara kabupaten pemekaran. Sehingga setiap kendaraan yang beroperasi antara Kabpaten itu harus masuk ke terminal tersebut terlebih dahulu.

"Kami lihat selama ini kendaraan yang beroperasi antar kabupaten langsung masuk ke kota, seharusnya jika ada terminal ini maka hanya cukup sampai di terminal dan angkutan yang beroperasi dalam kota bisa mengangkut penumpangnya ke Kota, sehingga kami dorong pembangunan terminal tipe B," katanya.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Jayawijaya, Taufik Latuihamallo mengakui, pihaknya belum mengetahui secara pasti program kerja mana yang tidak diakomodir dalam penganggaran pemerintah daerah, sehingga pihaknya akan meminta Komisi A untuk memanggil Bappeda untuk bisa melakukan rapat dengar pendapat.

Loading...
;

"Rencana pembangunan terminal itu belum saya ketahui, namun kita akan menindaklanjuti masalah ini dengan memanggil Bappeda untuk mendengarkan secara langsung pendapat mereka," ujarnya.

Menurutnya, spesifik rencana pembangunan terminal itu baik tipe C atau B belum diketahui pasti, yang prinsipnya DPRD melihat terminal itu harus ada yang menghubungkan antara kabupaten agar aktivitas tidak hanya terfokus ke kota saja.

"Kalau terminal itu tidak ada, maka tidak ada trayek yang bisa mengatur itu, misalnya kendaraan dari Lanny Jaya, Tolikara , dan Yalimo bisa langsung masuk ke dalam Kota Wamena, terus angkutan dalam kota ini apa fungsinya nanti?" kata Taufik. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top