Follow our news chanel

Pembatasan angkutan penumpang ke Papua bagian dari perang melawan Covid-19

Foto ilustrasi - pixabay.com
Pembatasan angkutan penumpang ke Papua bagian dari perang melawan Covid-19 1 i Papua
Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) Emanuel Gobay menyatakan pembatasan angkutan penumpang ke Papua merupakan bagian dari perang melawan pandemi Covid-19 di Papua. Gobay menyatakan pemerintah daerah di Papua berkewajiban mencegah dan menanggulangi penyakit yang membahayakan kelangsungan hidup penduduknya.

Hal itu dinyatakan Gobay melalui siaran pers Solidaritas Organisasi Sipil (SOS) Papua, Sabtu (28/3/2020). “Karena negara ini menjamin setiap orang berhak hidup sejahtera, lahir dan batin, bertempat tinggal, dan medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat. Serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan (Pasal 28h ayat (1) UUD 1945),” ujar Gobay sebagaimana dikutip dari siaran pers itu.

Gobay mengatakan negara bertanggungjawab melindungi, memajukan, dan menegakkan hak asasi manusia (HAM) setiap warganya. Dalam rangka memerangi penyebaran virus korona di Papua, Pemerintah Provinsi Papua pada 24 Maret 2020 telah membuat kesepakatan bersama untuk mencegah, mengendalikan, dan menanggulangi Covid-19.

“Salah satu keputusannya adalah bandara sebagai pintu masuk wilayah Papua dinyatakan ditutup untuk penerbangan penumpang, sejak tanggal 26 Maret 2020 pukul 00:00 WIT sampai dengan 9 April 2020 pukul 24:00 WIT”. Sebagai tindaklanjut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X  menerbitkan Surat Nomor : AU.301/0014/KOBU WIL.X/III/2020 tertanggal 25 Maret 2020 tentang penutupan penerbangan penumpang di bandara Provinsi Papua,” kata Gobay sebagaimana dikutip dari siaran pers itu.

Gobay mengatakan kebijakan untuk membatasi pesawat dan kapal angkutan penumpang itu merupakan bagian langsung dari kewenangan khusus Pemerintah Propinsi Papua yang diatur Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua (UU Otsus Papua). “Mereka berkewajiban mencegah dan menanggulangi penyakit endemis dan/atau penyakit yang membahayakan kelangsungan hidup penduduk,” kata Gobay sebagaimana dikutip dari siaran pers itu.

Gobay mempertanyakan kembali komitmen Kementrian Perhubungan dalam memerangi penyebaran pandemi Covid-19 di Papua. “Sebab [ada] surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Nomor : AU.304/1/4/DNP-2020 yang meminta pencabutan NOTAM tertanggal 26 Maret 2020. [Surat itu] sangat kontra produktif dengan misi Pemerintah Provinsi Papua memerangi penyebaran virus korona dan pandemi Covid-19 di Papua,” kata Gobay dalam siaran pers itu.

Loading...
;

Dalam siaran pers yang sama, KPKC Sinode GKI di Tanah Papua, Pendeta Dora Balubun mengatakan pihaknya mendesak Menteri Perhubungan segera mencabut surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara itu. “Surat perihal pencabutan NOTAM tertanggal 26 Maret 2020 [itu] bertentangan dengan asas kepastian hukum, asas tertib penyelenggaraan negara, dan asas proporsionalitas sebagaimana diatur Pasal 3 angka 1, angka 2, dan angka 4, Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Berbas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,” ujar Balubun dalam siaran pers itu.

Ia menyatakan mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Papua melarang pesawat dan kapal angkutan penumpang mendatangi Papua hingga 9 April 2020. “Bandara sebagai pintu masuk wilayah Papua dinyatakan ditutup untuk penerbangan penumpang sejak tanggal 26 Maret 2020 pukul 00:00 WIT sampai dengan 9 April 2020 pukul 24:00 WIT,” ujar Balubun, sebagaimana dikutip dari siaran pers itu.

SOS Papua juga mendesak Pemerintah Provinsi Papua untuk melengkapi peralatan kesehatan, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis yang merawat Pasien dalam Pengawasan dan Pasien Positif Korona. “[Kami] mendorong Pemerintah Provinsi Papua untuk melengkapi peralatan kesehatan guna menangani pasien dan calon pasien Covid-19) di Papua,” demikian siaran pers SOS Papua.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top