Follow our news chanel

Previous
Next

Pembatasan waktu beraktivitas, waktu berjualan diperpanjang dua jam

Pusat perbelanjaan di Sentani yang mulai sepi pengunjung - Jubi/Engel Wally
Pembatasan waktu beraktivitas, waktu berjualan diperpanjang dua jam 1 i Papua
Pusat perbelanjaan di Sentani yang mulai sepi pengunjung – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Surat Edaran Nomor 592.2/25/SE/SET tentang upaya keikutsertaan dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Jayapura menetapkan pembatasan waktu beraktivitas diperpanjang dua jam. 

Dalam surat edaran tersebut menjelaskan bahwa waktu beraktivitas bagi pelaku usaha, toko, kios, mall, warung, dan supermarket adalah mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIT.

Bagi pedagang di Pasar Pharaa Sentani, waktu beraktivitas antara pukul 06.00 hingga 14.00 WIT.

Untuk apotik dan toko obat tetap berjalan seperti biasa dengan memperhatikan social distancing. Sementara pelayanan di warung makan tidak diperkenankan makan di tempat. 

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan hal ini sudah sesuai dengan kesepakatan bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah itu sebagai bagian dari pencegahan serta upaya meminimalisasi penyebaran virus Corona di tengah masyarakat. 

“Dengan penambahan waktu beraktivitas ini, bukan berarti bisa bebas kemana saja. Tetapi masyarakat harus tetap waspada dan menjaga jarak komunikasi dan ruang gerak antara satu dengan lainnya,” kata Bupati Awoitauw, di Sentani, Kamis (26/3/2020). 

Loading...
;

Dikatakan, masyarakat harus patuh dan mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah, karena yang dilakukan ini untuk kebaikan semua warga di Bumi Khena Mbai Umbai. 

“Kita punya banyak waktu di rumah bersama keluarga, bisa berolahraga secukupnya di rumah masing-masing, dan tentunya menjaga kesehatan diri,” katanya. 

Seorang pedagang sayur di eks pasar mama Sentani, Yonolce, mengatakan penambahan waktu beraktivitas ini bukan hanya bagi pedagang tetapi juga pembeli yang akan membeli kebutuhan pangan. 

“Belum ada bahan pangan yang dibagikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat sebagai jaminan bagi kami untuk tetap tinggal di rumah, hal ini harus dipikirkan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya. 

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Gerindra, DPRD Kabupaten Jayapura, Patrix Lerry Suebu, mengatakan Pemerintah dan DPRD Kabupaten Jayapura harus mengambil langkah tegas dalam mengantisipasi stok pangan di daerah ini. 

Butuh anggaran yang besar untuk mengantisipasi situasi pembatasan aktivitas, pembatasan jalur transportasi udara maupun laut. Masyarakat akan keluar rumah ketika stok pangan habis,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top