HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pembatasan waktu berjualan, ini respons pedagang di Kota Jayapura

Salah satu pusat perbelanjaan di Jayapura - Jubi/Ramah
Salah satu pusat perbelanjaan di Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Diberlakukannya ambang batas berjualan bagi pelaku usaha sampai pukul 8 malam Waktu Papua oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mendapat reaksi positif dari sejumlah pedagang.

Salah seorang pedagang parfum di Jalan Ahmad Yani, Deni, mengatakan pendapatannya dari aktivitas berdagang lebih besar saat malam ketimbang siang hari.

“Satu hari rata-rata saya bisa laku sampai Rp1 juta, dan itu paling banyak yang belanja malam,” ujar Deni, Rabu (25/3/2020).

Diakui Deni, pembatasan jam operasional tersebut untuk mengurangi aktivitas warga di luar rumah guna mencegah penyebaran virus corona.

“Saya sudah dengar imbauannya dari petugas kepolisian dan pemerintah. Saya rasa tidak masalah untuk kebaikan kita semua,” jelas Deni.

Di tempat yang sama, pemilik Toko Roti Nayla, Rahmat, mengatakan pembatasan jam berjualan sebagai upaya menyelamatkan warga dari virus corona.

Loading...
;

“Secara pribadi saya tidak masalah kalau harus berjualan sampai jam 8 malam tapi harus tegas pengawasannya sehingga tidak ada pihak merasa dirugikan,” jelas Rahmat.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengimbau warga untuk tidak berkerumun, toko, supermarket, warung makan, PKL (pedagang kaki lima), hanya boleh buka sampai pukul 8 malam Waktu Papua.

“Semua acara-acara seremonial, seperti perta pernikahan, perkumpulan paguyuban, seni, dihentikan untuk sementara, kalau melanggar ditindak tegas,” ujar Rustan saat melintasi di Pasar Hamadi sambil memberikan imbauan.

Selain itu, warga diimbau memakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan pakaian dan lingkungan, tidak berjabat tangan, dan menjaga jarak untuk mencegah virus corona.

“Kami berharap imbauan ini dapat diikuti. Kalau tidak punya kepentingan, warga sebaiknya di rumah saja. Jangan cari masalah, jangan cari penyakit karena ini untuk kebaikan kita bersama,” jelas Rustan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa