Follow our news chanel

Pembentukan Timpora di Jayawijaya perlu sosialisasi meluas

Pembentukan Timpora di Jayawijaya perlu sosialisasi meluas 1 i Papua
Pengukuhan dan rapat kerja tim pengawasan orang asing di Jayawijaya baru-baru ini-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Sejak terbentuknya tim pengawasan orang asing (Timpora) di Kabupaten Jayawijaya, 24 April 2019, maka dinilai perlu dilakukan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat maupun gereja-gereja.

Hal itu disampaikan salah satu tokoh gereja di Jayawijaya, Pastor Jhon Djonga. Dia berharap tim yang dibentuk dapat lebih dipahami maksud tujuannya oleh seluruh masyarakat yang ada khususnya di Jayawijaya.

Apalagi kata Pater Jhon, di Jayawijaya masih banyak keluarga-keluarga misionaris dari berbagai gereja yang tinggal, dimana terkadang keluarga misionaris itu juga sering datang ke Wamena.

“Saya pikir ini perlu dibicarakan dalam gereja-gereja, sehingga tim ini perlu juga menjelaskan atau sosialisasi dengan gereja-gereja yang sering mendatangkan orang atau anak cucu dari misionaris yang pernah di Papua lalu kembali ke negara aslinya,” kata Pastor Jhon Djonga saat dihubungi, Sabtu (27/4/2019).

Hal itu kata Pater Jhon, untuk menghindari persoalan yang akan terjadi dikemudian jika adanya turis mancanegara ke Wamena kemudian dicurigai dan ditangkap, sehingga akan menimbulkan masalahnya.

“Saya sangat setuju akan hal ini, makanya supaya tidak menjadi soal yang heboh maka perlu sosialisasi aturan itu sehingga bisa diketahui dan dimengerti masyarakat,” katanya.

Ia pun berharap peran serta masyarakat pengawasan terhadap orang asing, dimana bukan hanya tugas imigrasi dan kepolisian semata tetapi tetapi seluruh warga negara juga harus turut mengawasi.

Loading...
;

“Tetapi karena kita yang lain di luar ini tidak tahu, maka seperti tidak mau tahu, sehingga perlu menjadi pengawasan bersama,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Gatut Setiawan mengungkapkan, perihal data orang asing yang ada di Jayawijaya memang ada yang telah masuk dalam sistem data imigrasi.

Hanya saja, imigrasi juga cukup kesulitan mengetahui jumlah orang asing ke Jayawijaya, karena mereka yang datang ke Wamena berupa-rupa ijin tinggalnya, ada yang ijin tinggal terbatas, ada yang ijin tinggal kunjungan.

“Ijin tinggal kunjungan ini pun dibagi lagi, ijin tinggal kunjungan sosial budaya, ijin tinggal untuk bisnis, belum lagi ada yang datang ke sini untuk wisata dan itu tanpa visa, oleh karena itu dengan berbagai macam jenis ijin tinggal mereka ada disini sehingga kita adakan tim pengawasan seperti ini,” kata Gatut.

Terbentuknya tim pengawasan orang aisng ini diharapkan dapat jadi wadah saling tukar menukar informasi yang bisa dikembangkan dan ditindaklanjuti pihak imigrasi.

Ia pun menjelaskan, secara aturan untuk tinggal kunjungan selama 30 hari dan bisa diperpanjang sampai batas maksimum enam bulan untuk ijin tinggal kunjungan.

Sedangkan untuk ijin tinggal terbatas ada yang dua bulan, tiga bulan hingga satu tahun, begitu maksimal satu tahun bisa diperpanjang lagi hingga lima dengan perpanjangan setahun sekali, dimana hal itu yang dapat terpantau oleh imigrasi.

“Yang ijin tinggal terbatas dan ijin tinggal tetap yang bisa terpantau oleh kami di dalam sistem dan apabila ada yang ijin tinggal kunjungan diperpanjang barulah kita dapat data mereka masuk dalam sistem kami,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top