Follow our news chanel

Previous
Next

Pemberangkatan 80 mahasiswa eksodus ke kota studi habiskan uang Rp700 juta

Kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menghadang 27 mahasiswa eksodus yang akan diberangkatkan kembali ke kota studi di luar Papua oleh PAK-HAM Papua, Sabtu (11/1/2020). - Dok. Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura
Pemberangkatan 80 mahasiswa eksodus ke kota studi habiskan uang Rp700 juta 1 i Papua
Kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menghadang 27 mahasiswa eksodus yang akan diberangkatkan kembali ke kota studi di luar Papua oleh PAK-HAM Papua, Sabtu (11/1/2020). – Dok. Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tim Pemulangan Mahasiswa Eksodus yang diketuai Alexander Mauri telah menghabiskan dana sekitar Rp700 juta untuk memberangkatan sekitar 80 mahasiswa eksodus kembali ke kota studi di luar Papua untuk melanjutkan kuliah. Meski demikian, Mauri menyatakan pihaknya tidak pernah menerima uang donasi, dan hanya menerima bantuan dalam bentuk tiket bagi mahasiswa eksodus.

Hal itu dinyatakan Alexander Mauri saat ditemui di Jayapura pada Senin (13/1/2020). “Kita habiskan dana hampir Rp1 miliar. [Untuk memberangkatkan] 80 orang [mahasiswa eksodus kembali ke kota studinya], dibutuhkan dana Rp700 juta,” kata Alexander Mauri.

Mauri menjelaskan Tim Pemulangan Mahasiswa Eksodus tidak pernah mengelola uang donasi. Nilai Rp700 juta yang dihabiskan untuk memberangkatan 80 mahasiswa eksodus itu diterima Tim Pemulangan Mahasiswa Eksodus dalam bentuk tiket pesawat.

“Kalau ada yang mau berangkat kita beritahu teman [yang bisa membantu membiayai pemberangkatan itu]. Atau, memberitahu Bapak Kapolda Papua. Kami  terima tiket saja, tidak terima uang” Mauri.

Mauri menyatakan Tim Pemulangan Mahasiswa Eksodus terbentuk setelah ia menerima keluhan dari para orangtua dan beberapa hamba Tuhan di Wamena yang ingin memberangkatan mahasiswa eksodus kembali ke kota studi di luar Papua. Para orangtua dan hamba Tuhan itu mengeluh tidak mampu membeli tiket untuk memberangkatkan anak mereka kembali ke kota studi.

“Awalnya saya bantu satu saja, karena bisa. Akan tetapi, kemudian masyarakat datang lagi, karena mendengar saya bantu,” ujar Mauri.

Loading...
;

Karena ia tak bisa membantu lagi, ia meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Paulus Waterpauw membantu pemberangkatan para mahasiswa eksodus lainnya. Akhirnya Kapolda Papua memfasilitasi pembentukan Tim Pemulangan Mahasiswa Eksodus bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Ketua DPD KNPI Papua, Albertho G Wanimbo.

“Tujuan hanya kemanusiaan dan [demi] masa depan adik-adik [mahasiswa eksodus] itu. Mereka punya hak sekolah,” kata Alexander Mauri.

Kini, Tim Pemulangan Mahasiswa Eksodus telah menerima permintaan dari 600 mahasiswa eksodus yang ingin kembali ke kota studi untuk melanjutkan kuliah mereka. Jumlah itu belum menghitung permintaan lisan melalui telepon yang diterima tim.

Akan tetapi, permintaan itu harus diverifikasi satu demi satu. Mauri menyatakan pihaknya telah kecolongan, karena ada tujuh orang yang mengaku sebagai mahasiswa eksodus dan diberangkatkan ke kota studi, namun ketujuh orang itu sudah drop out.

Sejak persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua terjadi di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019, ribuan mahasiswa Papua yang berkuliah di luar Papua melakukan eksodus dan pulang ke Papua. Eksodus terjadi setelah sejumlah asrama atau pemondokan mahasiswa Papua di berbagai kota studi didatangi aparat keamanan atau dipersekusi organisasi kemasyarakatan. Situasi itu membuat mahasiswa Papua merasa tidak nyaman dan aman, sehingga meninggalkan kuliahnya dan pulang ke Papua.

Polda Papua memperkirakan jumlah mahasiswa eksodus yang meninggalkan berbagai perguruan tinggi di luar Papua itu mencapai 3.000 orang. Sementara Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menyatakan jumlah mahasiswa eksodus di Papua mencapai 6.000 orang.

Pasca eksodus itu, sebagian besar mahasiswa eksodus bertahan di Papua, dan sebagian kecil lainnya kembali ke kota studi di luar Papua untuk melanjutkan kuliah. Sejak Agustus 2019, kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura terus menyeru agar semua mahasiswa eksodus solid dan bertahan di Papua. Akan tetapi, mereka belum pernah menghadang atau menghalangi mahasiswa eksodus lain yang ingin kembali ke kota studinya masing-masing.

Situasi berbeda terjadi pada Sabtu, ketika sejumlah orang dari kelompok  Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menghadang 27 mahasiswa eksodus yang dikoordinir Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua dan Tim Pemulangan Mahasiswa Eksodus untuk kembali ke kota studinya. Para anggota kelompok  Posko Induk Mahasiswa Eksodus bahkan sempat mengejar para mahasiswa eksodus yang telah tiba di Bandara Sentani.

Salah satu mahasiswa eksodus dari kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus, Kaitanus Ikinia menyatakan pihaknya memprotes pemberangkatan mahasiswa eksodus karena pemberangkatan itu dinilai mengabaikan persoalan rasisme Papua. Pemberangkatan mahasiswa eksodus kembali ke kota studi juga mengabaikan nasib 6.000 mahasiswa eksodus lainnya.

Ikinia mengingatkan, ribuan mahasiswa Papua melakukan eksodus dari berbagai perguruan tinggi di luar Papua karena pernyataan Gubernur Papua dan Maklumat Majelis Rakyat Papua (MRP) Nomor 5/MRP/2019 tentang Seruan kepada Mahasiswa Papua di Semua Kota Studi pada Wilayah Negera Kesatuan RI untuk Kembali ke Tanah Papua.

“Kalau PAK-HAM mendata [mahasiswa eksodus], mau kasih pulang, apa kepentingan dan kapasitasnya? Yang keluarkan pernyataan [seruan agar para mahasiswa Papua] pulang [dari kota studi di luar Papua] itu Gubernur Papua dan Majelis Rakyat Papua, bukan PAK-HAM,” kata Ikinia.

Ikinia mendesak PAK-HAM menghentikan pendataan dan pemberangkatan mahasiswa eksodus ke kota studi di luar Papua, karena mahasiswa eksodus tengah membentuk tim untuk bertemu Gubernur Papua Lukas Enembe dan MRP. “Kami belum sampaikan pernyataan [sikap] kami kepada Gubernur Papua dan MRP, jadi yang dilakukan PAK-HAM itu ilegal,”ungkapnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top