Pemberlakuan Kantong Plastik Berbayar Masih Dibahas

Kampaye pengurangan kantong plastik di Jakarta. -Dok Tempo
Kampaye pengurangan kantong plastik di Jakarta. -Dok Tempo

Jayapura, Jubi- Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jayapura, Ketty Kailola mengatakan, penetapan harga kantong plastik berbayar sementara ini masih dalam tahap pembahasan.

“Kami masih rapat, kami membahas dengan sembilan ritel untuk memberlakukan harga kantong plastik berbayar,” kata Ketty, Selasa (9/8/2016).

Menurutnya, terlambatnya pemberlakukan kantong plastik berbayar di Kota Jayapura, karena BLH Kota Jayapura masih harus menunggu instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Dalam bulan ini kami akan turun lapangan untuk melakukan pengecekan dan belum tahu kapan akan diberlakukan, kalau sudah ditetapkan kami akan berkoordinasi lagi dengan instansi terkait untuk pengawasan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Jayapura, Robert L. N. Awi menuturkan, pihaknya hanya melakukan pengawasan terhadap pedagang.

“Belum tahu berapa harga kantong plastik yang akan ditetapkan, kami terus melakukan pengawasan terhadap pedagang, jangan sampai mereka menaikkan harga seenaknya,” ujarnya.

Menurut Robert, pemberlakuan plastik berbayar agar masyarakat lebih kreatif dan hemat dalam penggunaan kantong dan mengurangi sampah plastik.

Loading...
;

Seperti diketahui, harga kantong plastik yang saat ini sudah berlaku di sejumlah ritel, khususnya di Kota Jayapura Rp200. Pemberlakukan harga kantong plastic.

Manager Swalayan SAGA, Hendra mengatakan, pihaknya saat ini menunggu peraturan daerah sebagai payung hukum secara pasti, mau dikemanakan uang yang ditarik dari masyarakat.

“Seharusnya masuk BLH untuk membiayai semua kegiatan sosialisasi pelaksanaan kantong plastik berbayar atau semua kegiatan BLH,” ujarnya.

Hingga saat ini mengaku belum menerima surat edaran atau surat dari pemerintah Kota Jayapura untuk menyetorkan dana yang terkumpul untuk penjualan kantong berbayar.

“Saya tak tahu pasti jumlah dari SAGA, karena saya harus lihat data terlebih dulu,” ujarnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top