HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pembukaan lahan baru semakin marak di Kota Jayapura

Pembukaan Lahan Papua
Pembukaan lahan di Jalan Alternatif Skyline - Waena, Kota Jayapura, Papua. - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dari lima distrik yang ada di Kota Jayapura, Papua, hanya Distrik Muara Tami yang direncanakan menjadi kawasan lahan pertanian. Akan tetapi, pembukaan lahan baru juga marak terjadi di Distrik Jayapura Selatan, Distrik Abepura, Distrik Heram, dan Distrik Jayapura Utara. Pembukaan lahan itu bahkan merambah kawasan konservasi.

Pembukaan lahan baru di Kota Jayapura semakin marak terjadi, seiring bertambahnya jumlah penduduk ibu kota Provinsi Papua itu. Warga Kota Jayapura telah mencapai jumlah 422.063 jiwa, dan membutuhkan untuk permukiman maupun lahan bercocok tanam.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Jayapura, Frans Pekey mengkhawatirkan pembukaan lahan yang semakin marak terjadi di kawasan konservasi maupun tegakan hutan yang dekat dengan permukiman warga. “Pemerintah Kota Jayapura tidak setuju bila ada warga yang membuka lahan baru. Bahkan dilarang, apalagi untuk dijadikan lahan pertanian baru,” ujar Pekey di Jayapura, Selasa (23/6/2020).

Pembukaan lahan baru semakin marak di Kota Jayapura 1 i Papua

Baca juga: Petani sayur di Kota Jayapura resah akibat minimnya ketersediaan lahan

Menurut Pekey, pembukaan tegakan hukuman menjadi lahan baru di kawasan pemukiman penduduk sangat rawan,. Bila hutan menjadi gundul, bisa menyebabkan longsor dan banjir. Pekey menyatakan pembukaan lahan secara tidak terkendali juga dapat menurunkan debit air.

“Kami sudah sosialisasi bahkan memang papan pemberitahuan [larangan membuka lahan. Akan tetapi] diabaikan. Bahkan ada petugas yang turun melarang, warga melakukan penolakan atau perlawanan,” ujar Pekey.

Pekey berharap masyarakat menyadari pentingnya menjaga alam agar bisa menopang kehidupan di Papua, seperti menghasilkan oksigen, menjaga ketersediaan air, serta mengurangi risiko bencana banjir dan longsor. “Mari lestarikan hutan kita supaya hutan tetap lestari, dan alam tetap berdamai dengan kita. Kalau kita ganggu alam, bencana yang kita rasakan,” ujar Pekey.

Loading...
;

Baca juga: Penghijauan bukit Emereuw dan krisis air di Kota Jayapura

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan pembukaan lahan baru juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Pembukaan lahan bisa menimbulkan gangguan pernafasan yang ditimbulkan asap hasil pembakaran lahan.

Perambahan dan pembukaan hutan juga berdampak memunculkan penyakit zoonotik, atau penyakit yang berasal dari hewan. Sri Antari menyatakan 60 persen penyakit menular berasal dari hewan, termaksud SARS, ebola, malaria, dan AIDS.

“Penggunaan lahan hutan menjadi nonhutan, atau deforestasi, memang memerlukan pendekatan dan kerja sama multisektor, untuk menemukan solusi yang menyeluruh dan efektif. Sehingga, hutan tidak rusak akibat ulah dari manusia,” ujar Antari.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa