Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pembunuhan pekerja olahan kayu menuai kecaman

Ilustrasi pixabay.com

Warga merasa kehilangan atas meninggalnya Sumarna, yang selama ini menjadi anggota Paguyuban Sunda di Kabupaten Mimika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi – Kelompok paguyuban suku di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mengecam dan mengutuk pelaku pembunuhan terhadap Sumarna, pekerja olahan kayu di kawasan hutan Kilometer 7 Jalan Trans Timika-Paniai pada Kamis (21/11/2019) siang kemarin. Warga merasa kehilangan atas meninggalnya Sumarna, yang selama ini menjadi anggota Paguyuban Sunda di Kabupaten Mimika.

“Warga kami yang tidak tahu-menahu dan tidak pernah berbuat masalah dengan orang lain justru dibunuh dengan cara sadis oleh orang tak dikenal,”kata Ketua Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Mimika, Parjono, Jumat, (22/11/2019).

Baca juga : Kepala-kepala Suku Tanna ajukan petisi terkait pembunuhan

Pembela tanah adat di Sorsel dapat ancaman pembunuhan Pembunuhan nakhoda kapal Maju Jaya Baru direkonstruksi

Parjono  mengatakan warga KKJB merasa kehilangan atas meninggalnya Sumarna. Ia berharap aparat keamanan segera mencari, menangkap dan memproses pelakunya.

Loading...
;

“Tidak boleh dibiarkan begitu saja,” kata Parjono menambahkan.

Harapan serupa disampaikan oleh Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan/KKSS Mimika,  Syamsuddin Baena Bandora yang merasa prihatin dengan kejadian pembunuhan itu. Ia juga minta Kepolisian bertindak adil, mencari pelakunya, jangan dibiarkan berlarut-larut.

“Kalau dibiarkan, mungkin besok orang lain lagi menjadi korban. Kami tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi,” kata Bandora.

Menurut dia, jika ada masalah seharusnya dibicarakan baik-baik tidak main hakim sendiri. Ia juga minta keadilan, siapapun pelakunya harus ditangkap dan diproses dengan seadil-adilnya.

Bandora juga mengajak semua komponen di Mimika hidup bersama secara berdampingan dengan menjaga kedamaian dan situasi yang kondusif.

“Situasi keamanan di Kota Timika selama ini cukup bagus, jangan lagi dinodai oleh perbuatan-perbuatan dari segelintir orang yang memang tidak menghendaki ada kedamaian di tengah masyarakat,” kata Syamsuddin menjelaskan.

Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Hari Katang mengatakan korban dibunuh oleh orang tak dikenal usai menarik kayu olahan dari kamp penampungan menuju pinggir Jalan Trans Timika-Paniai. Katang mengaku akan minta keterangan sejumlah saksi, terutama rekan-rekan kerja korban.

“Pada saat kejadian itu, memang tidak ada rekan kerja korban yang mengetahui, tapi betapapun sulitnya mengungkap kasus ini kami tetap berupaya maksimal,” kata Hari.

Menurut dia pembunuhan terhadap almarhum Sumarna dilaporkan ke Polsek Kuala Kencana pada Kamis (21/11/2019) siang sekitar pukul 13.30 WIT oleh keluarga korban melalui Kepala Kampung Mulia Kencana SP7 Syamsul Basri.

Tim Polsek Kuala Kencana bersama Tim Identifikasi Polres Mimika kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan selanjutnya mengevakuasi jenazah korban menuju kamar jenazah RSUD Mimika.

“Jenazah korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di sebuah kali kering dengan luka-luka di sejumlah bagian tubuh,” kata Katang menambahkan.

Ia memprkirakan pelakunya berjumlah lebih dari satu orang, sedangkan sepeda motor rakitan milik korban yang digunakan untuk menarik kayu olahan ditemukan di dekat posisi jenazah. Sedangkan barang-barang pribadi milik korban seperti sepatu, pakaian dan lain-lain tidak ada yang hilang. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top