Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pemda Arfak dorong pembentukan koperasi dan izin pertambangan rakyat

Arfak, emas, koperasi, Papua
Ilustrasi kondisi alam di kabupaten Pegunungan Arfak Papua Barat yang dikenal dengan sebutan 'negeri di atas awan'. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) Papua Barat, mendorong pembentukan koperasi pertambangan rakyat, untuk mengoptimalkan potensi emas di wilayah itu.

Bupati Kabupaten Pegaf, Yosias Saroy mengatakan, dengan pertambangan rakyat, kekayaan emas di daerahnya akan lebih optimal dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat.

Diakui Saroy potensi emas di wilayah Pegaf tersebar di sepuluh distrik, sehingga perlu dikelola secara baik untuk kesejahteraan rakyat bukan untuk kelompok atau institusi tertentu.

Pemda Arfak dorong pembentukan koperasi dan izin pertambangan rakyat 1 i Papua

“Potensi emas tersebar merata hampir di 10 distrik se kabupaten Pegaf. Saat ini ada beberapa distrik yang potensi emasnya mulai dilirik, seperti di Distrik Minyambouw, Catubow, Testega dan Didohu. Untuk itu harus dikelola secara baik agar masyarakat sejahtera,” ujar Yosias Saroi di Manokwari, Sabtu lalu.

Terkait rencana itu, kata Saroy, pemerintah daerah telah membentuk tim dan menyiapkan agaran, untuk dilakukan survei beserta kajian awal. Kajian akan dilakukan secara menyeluruh agar pertambangan ini tidak menimbulkan masalah lingkungan.

“Kajian dampak lingkungan sangat penting [syarat utama] untuk cegah masalah lingkungan. Mengingat Pegaf berada di ketinggian, maka dampak buruk lingkungan bisa meluas sampai di Manokwari dan Manokwari Selatan [daerah rendah],” ujar Saroy.

Tim survei akan segera turun untuk meninjau lokasi. Kegiatan survei akan dilakukan melalui udara maupun turun langsung ke lapangan. “Selanjutnya kita akan melakukan kajian dari hasil survei itu, dari aspek lingkungan hingga sosial. Kalau memang bisa diteruskan, kami akan ajukan izin ke pemerintah provinsi,” katanya.

Loading...
;

Sistem pertambangan rakyat, lanjut Saroy, dipilih agar masyarakat bisa menerima manfaat sebesar-besarnya dari potensi emas di daerah tersebut. Di sisi lain, pengurusan izin pertambangan rakyat lebih mudah.

“Kalau untuk pertambangan berskala besar yang mendatangkan investor, izinnya harus dari pemerintah pusat. Di sisi lain masyarakat tidak menerima manfaat langsung dari pertambangan tersebut,” ujarnya menambahkan.

Pada awal Juli 2020, Direktorat Reskrimsus Polda Papua Barat, meringkus sindikat penambang emas ilegal yang beraksi di Distrik Menyambouw, Pegunungan Arfak. Penambangan liar itu diduga melibatkan pemodal besar dari luar daerah.

“Hal-hal seperti ini yang kita tidak mau. Makanya kita dorong pertambangan rakyat supaya ada koperasi masyarakat yang kelola. Dengan demikian pembagian hasil jelas, masyarakat tidak dibodohi-bodohi melainkan terlibat langsung dan menerima hasil lebih besar untuk kesejahteraan mereka,” Saroy. (*).

Editor: Syam Terrajana

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top