HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pemda Deiyai diminta tingkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan

Ketua DPRD Deiyai sementara, Petrus Badokapa (tengah) didampingi Naftali Magai (kiri), Bonivasius Tobai (tengah) - Jubi/Abeth You
Ketua DPRD Deiyai sementara, Petrus Badokapa (tengah) didampingi Naftali Magai (kiri), Bonivasius Tobai (tengah) – Jubi/Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Perintah Kabupaten Deiyai diminta meningkatkan pelayanan dan kesehatan sebagai salah satu upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Deiyai.

Ketua DPRD Deiyai sementara, Petrus Badokapa mengatakan, pihak eksekutif terutama Dinas Pendidikan dan Pengajaran dengan Dinas Kesehatan kerja harus menyusun program yang fokus pada sasaran.

“Dinas pendidikan dan dinas kesehatan jangan main-main dalam pengawasan terhadap bawahan. Banyak sekolah dan puskesmas tidak jalan baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun pelayanan kesehatan,” ujar Petrus Badokapa, Kamis, (5/3/2020).
Ia mengatakan, masih menemukan sejumlah sekolah dasar (SD) dan puskesmas di distrik Kapiraya dan distrik Bouwobado yang tidak berfungsi.

“Ada kepala sekolah, ada guru juga ada kepala puskesmas dan tenaga kesehatan tapi tidak pernah bertugas. Namun kami dapati mereka tetap terima gaji. Nah ini yang tidak boleh. Kita punya masyarakat sakit-sakit tapi tak diobati, juga tak diajari makanya masih bodoh saja,” ungkapnya.

Karena itu pihaknya mengusulkan kepada dua dinas itu untuk berhenti membangun gedung baru. Ia meminta agar dinas terkait fokus membenahi berbagai layanan kesehatan dan pendidikan agar berfungsi maksimal.

“Benahi yang ada dulu. Itu di pinggiran danau Tigi juga masih ada kendala,” ucapnya.

Loading...
;

Sementara itu, Ketua fraksi PKB DPRD Deiyai, Naftali Magai mengatakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran yang baru harus berkomitmen menyelesaikan berbagai program yang telah disusun.

“Tidak boleh ubah-ubah program yang seperti pembangunan tiga ruang SD di distrik Bouwobado harus dibagun di tahun ini, karena itu sudah masuk dalam program tahun ini oleh kepala dinas lama,” ungkap Magai.

Ia juga meminta sejumlah sekolah yang ada di Deiyai untuk tak main-main dengan dana BOS yang diberikan Pemda.

“Pemda juga harus pekah terhadap angka buka aksara, karena sesuai data yang ada se Papua, Deiyai nomor satu buta aksaranya,” ujarnya.

Menanggapi masukan itu, Kepala Dinas Kessehatan Deiyai, Kornelis Pakage berjanji melakukan evaluasi agar kerja lebih baik lagi. “Pasti kami benahi lagi,” ucapnya singkat. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa