Pemda diminta segera mengambil langkah atasi banjir musiman di Nabire

Papua
Anggota DPR Papua, John NR Gobai saat memantau Sungai Yaro, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire - Jubi/Dok
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua diminta segera mengambil langkah mengatasi banjir musiman di sejumlah wilayah Nabire.

Anggota DPR Papua melalui mekanisme pengangkatan dari wilayah adat Meepago, John NR Gobai mengatakan ada sejumlah wilayah di Nabire yang terendam air saat musim hujan. Misalnya permukiman warga di sekitar Sungai Yaro, Distrik Wanggar.

Ketika musim hujan air sungai meluap hingga ke permukiman warga, dan memutus jalan utama ke Kampung Yaro 2 dan Wanggar Pantai.

“Kejadian ini selalu terjadi tiap curah hujan tinggi di wilayah Wanggar. Karenanya, perlu ada tanggul dan normalisasi sungai Yaro, di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire,” kata John Gobai kepada Jubi melalui panggilan teleponnya, Minggu (16/10/2021).

Baca Juga : Hujan deras di Nabire, Warga di areal muara sungai selalu kebanjiran air dan sampah

DPRD tuntut tanggung jawab pemerintah atasi banjir di Nabire

Menurut Gobai yang kini berada di Nabire, selama melakukan pengawasan di sana, ia meninjau sejumlah wilayah di kabupaten itu. Termasuk jembatan Sanoba yang menghubungkan Siriwini-Samabusa.Kini jembatan itu putus akibat hujan deras beberapa waktu lalu, dan menyebabkan aktivitas warga di sana terganggu.

Loading...
;

“Ruas jalan Siriwini-Samabusa, dan jalur bawah yang putus akibat hujan. Putusnya jalan ini mengganggu aktivitas masyarakat berbagai wilayah di Nabire, khususnya yang berada di daerah Sanoba Bawah, Waharia, Kimi dan Samabusa,” ucapnya.

Katanya  putusnya akses jalan itu juga mengganggu akses ke lokasi wisata Pantai Gedo dan pangkalan pendaratan ikan (PPI) Waharia Nabire.

Ketua Kelompok Khusus DPR Papua itu mendesak pemerintah daerah membangun kembali jembatan tersebut, untuk menunjang aktivitas warga.

“Tapi konstruksinya mesti lebih baik agak bisa bertahan. Masyarakat berharap akses jalan itu dapat segera diperbaiki, untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari hari, terutama dalam perekonomian,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua RT 01 Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Aser Raubaba mengatakan jembatan penghubung antara Kampung Sanoba Bawah, Distrik Nabire dan Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi putus total, karena sering mengalami kerusakan akibat banjir sering menerjang tiang jembatan dari kayu yang sudah lapuk.

“Kalau kayu lapuk, saya biasanya ajak warga sekitar sini perbaiki sama-sama,” kata Raubaba kepada Jubi beberapa waktu lalu.

Kata Raubaba, jembatan ini bukan hanya sebagai sarana penghubung dua kampung, namun juga sebagai satu-satunya akses menuju Pantai Wisata Gedo.

“Sekarang ini saya bingung dan kasihan. Anak-anak ke sekolah nanti terganggu.  Kalau yang punya kendaraan pasti lewat jalan atas, jika tidak harus tunggu air sungainya surut,” ungkapnya. (*)

Editor: Angela Flassy

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top