Follow our news chanel

Pemda diminta siapkan peserta didik setahun sebelum tes IPDN

Dr Heronimus Rowa, Pembantu Rektor III IPDN yang hadir di kantor MRP ketika menerima nama-nama siswa IPDN OAP melalui jalur afirmatif - Jubi/Agus Pabika
Pemda diminta siapkan peserta didik setahun sebelum tes IPDN 1 i Papua
Dr Heronimus Rowa, Pembantu Rektor III IPDN yang hadir di kantor MRP ketika menerima nama-nama siswa IPDN OAP melalui jalur afirmatif – Jubi/Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pejabat pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua diminta menyiapkan peserta didik yang memiliki potensi setidaknya satu tahun sebelum tes IPDN berlangsung. Ini dilakukan untuk menghindari kegagalan tes saat seleksi dilaksanakan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Dominikus Surabut ketika melihat banyak anak-anak Papua yang tidak lolos seleksi di IPDN yang sedang berjalan ini, Rabu, (3/7/2019).

“Pemda kabupaten/kota harus anggarkan dana siapkan SDM untuk siswa SMA kelas III agar mereka begitu tes tidak mengecewakan dan bisa lulus karena mereka sudah di persiapkan dari sebelumnya baik itu dari materi maupun tes fisik yang selama ini menjadi kendala anak-anak Papua tidak lolos seleksi,” katannya.

Ia pun menampik anggapan yang menyebut orang Papua kurang mampu dalam SDM untuk mengikuti seleksi. Ia menegaskan IPDN harus memahami orang Papua secara umum.

“Kehidupan manusia itu relatif punya keterbatasan dan punya kelebihan. Anak-anak Papua punya kelebihan di bagian lain dan kekurangan di bagian lain ini menjadi tanggung jawab pendidik mengajarkan mereka, karena orang mendidik itu dari yang tidak tahu menjadi tahu, yang rusak di betulkan ini tangung jawab pendidik,” katanya.

Ia menyebut saat ini sudah terbukti banyak anak – anak Papua yang berprestasi bahkan lebih dari masyarakat Indonesia. Masalahnya hanyalah anak Papua kurang diberi kesempatan yang sama dengan anak-anak dari daerah lain.

Loading...
;

Sebelumnya Dr Heronimus Rowa, Pembantu Rektor III IPDN yang hadir di kantor MRP mengatakan Otonmi Khusus (Otsus) hadir di Papua untuk pendidikan. Namun kenyataannya tidak diakomodir baik oleh para pemimpin.

“Pemimpin kabupaten/kota mempunyai kewajiban untuk menyiapkan putra-putri yang ingin sekolah kedinasan agar mereka mempunya bekal dalam proses tahap seleksi nasional dari awal saat SMA,” katanya.

Pemerintah Kabupaten/Kota di tanah Papua diimbau agar lebih aktif menyiapkan putra-putri orang asli Papua dalam seleksi sekolah kedinasan di sembilan kementerian (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top