Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pemda Jayawijaya terus dorong masyarakat kembali ke kebun

Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua ketika memanen hipere di kelompok tani LAKH Imamapma, Kampung Kosihilapok, Distrik Hubikosi. -Jubi/Islami
Pemda Jayawijaya terus dorong masyarakat kembali ke kebun 1 i Papua
Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua ketika memanen hipere di
kelompok tani LAKH Imamapma, Kampung Kosihilapok, Distrik
Hubikosi. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua meminta masyarakat dapat kembali ke kampung dan berkebun, demi meningkatkan sektor pertanian Kabupaten Jayawijaya. Banua mengingatkan warganya agar tidak terbawa kebiasaan untuk bergantung kepada bantuan pemerintah.

“[Saya berharap masyarakat bisa kembali ke kampung dan berkebun]. Bukan tinggal di kota dan membawa proposal. [Mari] kita kembali ke kampung untuk membuka lahan tidur yang ada, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga,” katanya saat panen hipere dan sayuran Kelompok Tani LAKH Imamapma, Kampung Kosihilapok, Distrik Hubikosi, Selasa (13/8/2019).

Pemda Jayawijaya terus dorong masyarakat kembali ke kebun 2 i Papua

Banua berharap setiap masyarakat maupun kelompok tani tidak meninggalkan lokasi kebun yang telah dibuka setelah panen. Lahan berkebun harus terus diolah, dan lahan baru harus terus dibuka.

“Yang sudah ada ditingkatkan. Bantuan dari dinas terkait akan terus ada. Tinggal kita melihat apa yang bisa Pemda bantu akan dilihat langsung di lapangan, karena saya lebih senang turun langsung ke lapangan melihat perkembangan pertanian di kampung-kampung,” katanya.

Ia juga meminta kepada seluruh kepala kampung yang ada untuk mengalokasikan sebagian dari kucuran Dana Kampung sebagai bantuan bagi kelompok tani di kampungnya. “Untuk penggunaan dana kampung kita sudah keluarkan Surat Edaran Bupati.  Kepala kampung bisa anggarkan dana untuk menggalakkan kelompok tani yang ada di kampung,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya, J Hendri Tetelepta menuturkan untuk lahan perkebunan di Jayawijaya terdapat 1.910 hektar. Akan tetapi, sejumlah 1.112 hektar diantaranya dalam keadaan tidak terawat karena ditinggalkan petaninya. “Sekarang kita fokus di 1.112 hektar lahan yang tidak digarap itu.Untuk lahan yang produksi ada di daerah Asotipo, Musatfak dan sebagian di Hubikosi,” kata Tetelepta. (*)

Loading...
;

Editor: Syam Terajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top