Follow our news chanel

Previous
Next

Pemenang tender Alkes Covid-19 tak punya pengalaman

Papaua-Bandara Nop Goliat-Dekai
Hercules milik TNI AU yang mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai, mengangkut enam ton alkes, Kamis, 18 Juni 2020 – Dok Bupati Yahukimo for Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan sejumlah perusahaan pemenang tender pengadaan alat kesehatan (Alkes) penanganan virus Covid-19 diduga tidak memiliki pengalaman memadai. Temuan ICW itu berdasarkan data yang dikumpulkan dari LPSE di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diakses pada 19-20 Juli 2020 lalu.

“Jadi ini pemenang tender yang kami duga, perlu digarisbawahi, yang kami duga tidak memiliki pengalaman memadai,” kata Peneliti ICW, Dewi Anggraeni, Selasa (1/9/2020).

Baca juga : Presiden didesak buka penggunaan dana Covid-19

Kejaksaan Timika segera memeriksa penggunaan dana Covid-19 

Kejati Papua Barat Bentuk Tim Awasi Penggunaan Dana Covid-19

Ia mecontohkan salah satunya tender Pengadaan Bahan Reagensia Covid-19 tak mencantuman informasi di kolom pemenang pada halaman LPSE terkait tender itu. Namun, bagian hasil evaluasi yang dibintangi adalah PT Ziya Sunanda Indonesia.

Loading...
;

“Jika benar perusahaan ini pemenangnya, dari hasil penelusuran, perusahaan ini lebih banyak mengikuti tender pembangunan jaringan dan kontraktor. Tidak ada pengalaman mengadakan Alkes,”  kata Dewi menambahkan.

Contoh lain adalah tender Pengadaan Daya Tahan Tubuh Bagi Mahasiswa berupa Masker Dalam Rangka Penanganan Pandemi Covid-19 Poltekkes Kemenkes Kupang 2020 dimenangkan CV Johan Agung yang minim pengalaman dalam pengadaan alkes.

Dari penelusuran pihaknya, beberapa tender yang pernah diikuti oleh perusahaan itu adalah Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor tahun 2019 dan Pengadaan Buku. “Jadi tidak ada yang terkait alkes,” tutur Dewi.

Selain dari LPSE, ICW juga mengumpulkan data pengadaan barang jasa terkait Covid-19 dari SiRUP Kemenkes pada 19-20 Juli. Beberapa poin temuan yakni sebagian besar nama paket pengadaan terlalu umum, tidak spesifik, dan uraian pekerjaan yang sering kali hanya diisi dengan informasi seadanya.

Ada juga temuan paket pengadaan yang menggunakan Metode Pengadaan Langsung dengan anggaran melebihi Rp200 juta. Dalam rencana anggaran paket pengadaan menggunakan metode Pengadaan Langsung, sebanyak 11 dari 74 rencana paket pengadaan yang memiliki rencana anggaran melebih Rp200 juta.

Dewi tak memungkiri dalam keadaan darurat, pemerintah dituntut untuk melakukan pengadaan dengan cepat dan fleksibel. Namun, kata dia, pengadaan tersebut harus tetap transparan dan akuntabel.

“Kami rekomendasikan, informasi mengenai anggaran dan publikasi penanganan Covid-19 baik oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, maupun BNPB harus diumumkan secara berkala dan terperinci,” kata Dewi menegaskan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top